// <![CDATA[PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN DENGAN MENGGUNAKAN LIDAH BUAYA SEBAGAI PELEMBAB DAN PELEMBUT KULIT.]]> 0431105501 - Marthen Luther Doko, Ir., M.T R. ARCHITA BESTARI / 142003026 Penulis PUJI INDRA PERAMADI / 142003063 Dosen Pembimbing 1 Ir.Carlina D.Ariono, M.T
Dewasa ini pemanfaatan sabun yang berfungsi sebagai pembersih kulit menjadi trend dan beragam salah satunya sabun transparan. Keberadaan sabun yang hanya berfungsi sebagai alat pembersih dirasa kurang, mengingat pemasaran dan permintaan masyarakat akan nilai lebih dari sabun mandi. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika dikembangkan lagi sabun mandi yang mempunyai nilai lebih, seperti pelembut kulit, antioksidan, mencegah gatal-gatal dan pemutih dengan penampilan (bentuk, aroma, warna) yang menarik. Tanaman lidah buaya merupakan tanaman yang telah lama dikenal di Indonesia. Lidah buaya mengandung berbagai macam zat yang bermanfaat didalamnya, salah satunya dapat melembutkan atau menghaluskan kulit. Karena kandungan tersebut, maka lidah buaya digunakan sebagai bahan aditif pada pembuatan sabun transparan. Penelitian ini dilakukan dengan proses saponifikasi batch dengan memvariasikan massa gliserin 40gr, 65gr, dan 90gr dan massa gula pasir 20gr, 37.5 dan 55gr pada bahan baku serta massa powder lidah buaya 0.5gr, 1gr, dan 2gr pada bahan aditif. Sehingga diperoleh sabun transparan yang berfungsi untuk melembabkan dan melembutkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar lignin yang terdapat dalam tanaman lidah buaya terhadap fungsi sabun transparan sebagai pelembab dan pelembut kulit dengan menganalisis kadar lignin yang berpengaruh terhadap fungsi sabun sebagai pelembut kulit dan uji organoleptik yang meliputi kelembutan, transparansi serta kepadatannya untuk mendapatkan produk sabun tranparan yang berkualitas dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Berdasarkan hasil penelitian, kadar air, kadar alkali, kadar asam lemak bebas, kadar jumlah asam lemak dan kadar pH yang terdapat pada sabun transparan telah memenuhi SNI. Kadar lignin yang tertinggi didapat pada variasi lidah buaya 2gr, gliserin 65gr, dan gula pasir 55gr dengan kadar lignin 0.94%. Sedangkan berdasarkan uji organoleptik sabun transparan yang dihasilkan cukup diterima oleh masyarakat baik meliputi kelembutan, transparansi serta tampilannya.