// <![CDATA[PENGARUH WAKTU PENGELASAN DAN POST WELDED HEAT TREATMENT PADA PROSES LAS TITIK TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN ANALISA STRUKTUR MICRO BAJA KARBON RENDAH]]> Pedy Budisatrio - 121999128 Penulis Meilinda Nurbanasari, Ir.,MT.,Ph.D Dosen Pembimbing 1
Proses pengelasan titik dapat mengakibatkan terjadinya perbedaan sifat mekanik pada daerah pengelasan (weld metal), daerah pengaruh lasan (heat affected zone I HAZ), daerah logam dasar (base metal). Penggunaan parameter las titik yaitu arus listrik dan waktu pengelasan akan mengakibatkan perubahan sifat mekanik pada daerah pengelasan, daerah pengaruh lasan dan daerah logam induk. Pada penelitian ini diguna.kan plat dengan ketebalan 1 mm dan menggunakan variasi waktu pengelasan (weld time) 5, 10, 16, 25 dan 30 mS. Setelah material mengalami proses pengelasan maka proses dilanjutkan dengan perlakuan panas pada basil pengelasan yang lazim disebut Post Welded Heat Treatment (PWHn yang bertujuan untuk mengurangi tegangan sisa, karena terdapat dugaan bahwa terdapat tegangan sisa pada hasil lasan. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian sifat mekanik yang meliputi pengujian kekerasan dengan metoda Vickers, pengujian tarik geser terhadap kekuatan sambungan dengan metode uji tarikĀ· geser. Lalu dilanjutkan dengan pengujian metalografi dan pengamatan struktur mikro dengan menggunakan mikroskop optik. Dari pengujian yang dilakukan terbadap kelima variasi waktu pengelasan, nilai kekuatan tarik geser (shear tensile strength) terbesar terdapat pada dua variasi waktu pengelasan 10 mS dan 16 mS dengan nilai 0.16 Kg/mm2,tetapi tingkat elongasi terbesarnya hanya terdapat pada waktu pengelasan 16 mS yaitu 6.5 %. Nilai kekerasan terbesar pada daerah HAZ dengan waktu pengelasan 5 mS yaitu 202 HV. Nilai diameter nugget dan rasio penetrasi terbesar terdapat pada waktu pengelasan 25 mS yaitu sebesar 4.31 nun dan 67.5 %. Dari kelima variasi waktu pengelasan yang mengalarni pengujian sifat mekanik, rusak yang terjadi adalah rusak sobek. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengelasan yang dilakukan baik dan menunjukkan bahwa tegangan sisa yang terjadi pengaruhnya kecil sekali bahkan dapat diabaikan, karena terlihat dari perbandingan data yang diperoleh antara proses pengelasan tanpa PWHT dengan yang menggunakan PWHT hasilnya berbeda tipis sekali.