// <![CDATA[PEMBUATAN DAN PENGUJIAN MESIN PENCETAK BATU BATA MERAH BERKAPASITAS 8 BUAH PER MENIT.]]> FRENKI NOVRI / 12.2002.140 / MS Dosen Pembimbing 1
Batu bata sangat erat hubungannya dengan bangunan. Indonesia sebagai negara berkembang, terus melakukan pembangunan disegala bidang termasuk pembangunan perumahan, gedung-gedung, sekolah, dan bangunan lainnya. Sehingga kebutuhan akan batu bata masih sangat tinggi. Industri pembuatan batu bata merah di Indonesia juga berkembang. Dari industri yang berskala besar sampai industri berskala kecil. Pada industri yang berskala kecil masih digunakan cara tradisional yang memproduksi batu bata secara manual, sehingga menghasilkan jumlah batu bata dalam jumlah yang lebih sedikit dari industri besar. Untuk menggantikan cara tradisional telah dilakukan proses perancangan mesin pencetak batu bata merah dengan cara penekanan yang menggunakan mekanisme geneva empat stasiun sebagai pembagi putaran meja cetak. Mesin ini menggunakan motor listrik 0,5 hp dan dapat memproduksi 8 buah batu bata per menit. Untuk mewujudkan hasil rancangan mesin pencetak batu bata merah ini maka dilakukan proses pembuatan. Pembuatan komponen-komponen mengacu pada dimensi dan jenis material yang didapat dari gambar desain perancang. Setelah seluruh komponen dibuat dilakukan proses perakitan. Setelah mesin dapat beroperasi dilakukan pengujian. Pengujian dilakukan untuk melihat apakah mesin dapat memproduksi batu bata sesuai dengan daya motor listrik dan kapasitas produksi yang telah ditentukan.