PEMBUATAN DAN PENGUJIAN MESIN PENCETAK BATU BATA MERAH BERKAPASITAS 8 BUAH PER MENIT.
Batu bata sangat erat hubungannya dengan bangunan. Indonesia sebagai
negara berkembang, terus melakukan pembangunan disegala bidang termasuk
pembangunan perumahan, gedung-gedung, sekolah, dan bangunan lainnya.
Sehingga kebutuhan akan batu bata masih sangat tinggi.
Industri pembuatan batu bata merah di Indonesia juga berkembang. Dari
industri yang berskala besar sampai industri berskala kecil. Pada industri yang
berskala kecil masih digunakan cara tradisional yang memproduksi batu bata
secara manual, sehingga menghasilkan jumlah batu bata dalam jumlah yang
lebih sedikit dari industri besar.
Untuk menggantikan cara tradisional telah dilakukan proses perancangan
mesin pencetak batu bata merah dengan cara penekanan yang menggunakan
mekanisme geneva empat stasiun sebagai pembagi putaran meja cetak. Mesin ini
menggunakan motor listrik 0,5 hp dan dapat memproduksi 8 buah batu bata per
menit.
Untuk mewujudkan hasil rancangan mesin pencetak batu bata merah ini
maka dilakukan proses pembuatan. Pembuatan komponen-komponen mengacu
pada dimensi dan jenis material yang didapat dari gambar desain perancang.
Setelah seluruh komponen dibuat dilakukan proses perakitan.
Setelah mesin dapat beroperasi dilakukan pengujian. Pengujian
dilakukan untuk melihat apakah mesin dapat memproduksi batu bata sesuai
dengan daya motor listrik dan kapasitas produksi yang telah ditentukan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2007).PEMBUATAN DAN PENGUJIAN MESIN PENCETAK BATU BATA MERAH BERKAPASITAS 8 BUAH PER MENIT. ().Teknik Mesin:FTI
Chicago Style
.PEMBUATAN DAN PENGUJIAN MESIN PENCETAK BATU BATA MERAH BERKAPASITAS 8 BUAH PER MENIT. ().Teknik Mesin:FTI,2007.Text
MLA Style
.PEMBUATAN DAN PENGUJIAN MESIN PENCETAK BATU BATA MERAH BERKAPASITAS 8 BUAH PER MENIT. ().Teknik Mesin:FTI,2007.Text
Turabian Style
.PEMBUATAN DAN PENGUJIAN MESIN PENCETAK BATU BATA MERAH BERKAPASITAS 8 BUAH PER MENIT. ().Teknik Mesin:FTI,2007.Text