// <![CDATA[PENGEMBANGAN MESIN PEMERAH MINYAK BIJI JARAK PAGAR DENGAN VARIASI PUTARAN.]]> HARIS CHAERUL / 12.1999.021 / MS Dosen Pembimbing 1 Marsono, ST, MT
Bahan bakar alternatif yang bisa digali di Indonesia sangat beragam, namun yang paling memungkinkan adalah bahan bakar yang berasal dari tumbuhan atau yang lebih dikenal dengan biodiesel. Bahan bakar ini selain ramah lingkungan juga dapat diperbaharui. Untuk jenis bahan bakar yang berasal dari tumbuhan penulis memilih tanaman jarak pagar (jatropha curcas), hal ini dikarenakan jarak pagar merupakan tanaman non pangan dengan kandungan minyak paling tinggi. Banyaknya pengembangan alat pemerahan minyak-lemak nabati ini didunia menjadikan tidak perlunya dilakukan penelitian dan pengembangan mulai dari nol, melainkan pengadaptasian sistem-sistem tersebut agar sesuai dengan situasi dan kondisi negeri kita. Seperti mesin pemerah biji jarak yang telah dilakukan di Itenas, mesin ini masih memerlukan pengembangan selanjutnya, salah satunya adalah karena kurang cepatnya putaran ulir untuk melakukan pengepresan pada bungkil jarak. Maka dari itulah penulis merancang, membuat dan menguji sistem pemerahan dengan menggunakan putaran mesin yang lebih bervariasi, selain itu penulis merancang bentuk ulir penekan bertirus. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan/ meningkatkan kapasitas pemerahan dari hasil pengujian sebelumnya. Putaran mesin yang diberikan sebelumnya adalah 1,5 rpm, sedangkan putaran yang dilakukan sekarang adalah 3 rpm, 5 rpm, dan 8 rpm. Hasil pengujian sebelumnya sebanyak 250 ml dengan waktu 312 menit, sedangkan hasil pengujian dengan menggunakan putaran 3 rpm sebanyak 160 ml dengan waktu 180 menit, putaran 5 rpm sebanyak 120 ml dengan waktu 140 menit, putaran 8 rpm sebanyak 100 ml dengan waktu 120 menit. Dari data hasil pengujian menunjukan bahwa kapasitas pemerahan maksimal pada pengujian dengan putaran 5 rpm.