RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANDUNG BARAT
Salah satu tugas utama Negara adalah memberi pelayanan kepada masyarakat baik dalam bentuk jasa maupun fasilitas. Secara umum Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tengah menghadapi permasalahan dalam Kesehatan dan dunia kedokteran, hal tersebut merupakan salah satu aspek kehidupan yang dipengaruhi oleh berbagai perubahan di era globalisasi. Sehingga masalah kesehatan ini dinilai sangat penting, mengingat perkembangan berbagai jenis penyakit yang tidak hanya bisa di tangani oleh puskesmas-puskesmas sehingga memerlukan rujukan pengobatan ke Rumah Sakit.
Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara mandiri yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Oleh karena itu, kesejahteraan pelayanan dalam bidang kesehatan haruslah merata, mengingat perbedaan yang mencolok antara kawasan urban (kota) dengan kawasan rural (desa), sehingga salah satu daerah yang membutuhkan pelayanan dalam bidang kesehatan yaitu, Kabupaten Bandung Barat.
Kabupaten Bandung Barat adalah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, sebagai hasil pemekaran Kabupaten Bandung. Keberadaan bangunan kesehatan yang memadai menjadi prasyarat mutlak dalam meningkatkan layanan kesehatan terutama dalam menanggulangi kasus gawat darurat dikawasan perbatasan Kabupaten Bandung Barat dengan Kab. Cianjur, mengingat tingginya kasus kecelakaan lalu lintas, serta jumlah SDM masih menjadi kendala utama. Sehingga sangat dibutuhkan adanya sarana kesehatan yang lebih memadai, baik dari segi fisik bangunan dan fasilitas yang dimilikinya untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa.
Tema yang diambil pada proyek Tugas Akhir ini adalah “Clarity for Visible & Accesible”, yaitu Accsesible (Kemudahan), dan Visible (Terlihat). Yaitu dimana kita bergerak dan merasakan ruang ketika akan menetapkan suatu tujuan. Sehingga kejelasan sistem sirkulasi sangat penting agar terlihat dan mudah untuk dicapai, karena sistem sirkulasi pada rumah sakit sangat kompleks dan memiliki tingkat kerumitan pada masing-masing ruangnya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu pemikiran yang matang untuk menciptakan sistem sirkulasi yang baik pada rumah sakit.
Pengembangan konsep berupa konsep arsitektur, struktur, dan utilitas. Konsep-konsep yang telah disusun kemudian diaplikasikan menjadi suatu rancangan bangunan rumah sakit yang disesuaikan dengan tema yang mengacu kepada keseimbangan antara bangunan dan alamnya.
Metode yang digunakan meliputi metode primer yaitu survey dan wawancara, serta metode sekunder yaitu studi literatur
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANDUNG BARAT ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANDUNG BARAT ().Arsitektur:FTSP,2012.Text
MLA Style
.RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANDUNG BARAT ().Arsitektur:FTSP,2012.Text
Turabian Style
.RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANDUNG BARAT ().Arsitektur:FTSP,2012.Text