// <![CDATA[GASIFIKASI BRIKET SEKAM PADI.]]> ADE INDRA SETIAWAN / 12.2002.188 / MS Dosen Pembimbing 1 Dr. Willy Adriansyah, Ir.
Pengembangan tentang bahan bakar alternatif terutama dalam hal ini limbah dari penggilingan padi berupa sekam padi. Potensi penggunaan sekam padi sebagai bahan bakar memungkinkan untuk dapat di konsumsi oleh masyarakat dalam hal ini indrustri kecil dan rumah tangga. Sekam padi di padat kan menjadi briket dengan menggunakan binder tepung kanji dan lem kayu. Briket sekam padi dibakar menggunakan tungku sekam padi. Penelitian proses gasifikasi briket sekam padi terdiri atas tiga tahapan, tahap pertama adalah persiapan bahan baku. Tahap kedua adalah proses pembakaran awal briket sekam di reaktor dengan menggunakan minyak tanah, tahap ketiga adalah proses gasifikasi yang berlangsung di dalam reaktor dan menghasilkan gas yang dapat di bakar menjadi nyala api. Kecepatan kipas yang diberikan yaitu kecepatan kipas yang maksimum yang bertujuan agar menjaga kestabilan dari nyala api. Bentuk dan nyala api yang di hasilkan untuk briket yang menggunakan binder tepung kanji berwarna biru kemerahan, pada briket yang menggunakan binder lem kayu berwarna merah sedangkan untuk sekam padi sendiri berwarna biru. Jika dilihat dari lama nya nyala api terbentuknya untuk briket sekam padi pada umum nya sering sekali harus di pantik dengan korek api, hal ini di sebabkan masih adanya celah diantara briket sehingga udara mengalir keluar burner dalam jumlah yang relatif banyak dan gas yang terbentuk sudah terbakar terlebih dahulu sebelum mencapai burner. Jenis binder yang di gunakan berpengaruh terhadap terbentuk nya gas yang mudah terbakar.