// <![CDATA[PEMBUATAN DAN PENGUJIAN MODEL PENGERING KAYU.]]> ROBERTHO TUMPAL MANURUNG / 12.2002.014 / MS Dosen Pembimbing 1 Dr. Willy Adriansyah, Ir.
Industri kayu sering identik sebagai industri yang merusak lingkungan. Namun, ada kalanya perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan menerapkan teknologi pengolahan kayu yang berbasis pada konsep ramah lingkungan. Dalam laporan ini topik yang akan diambil adalah tentang pengeringan kayu dimana kayu itu perlu dikeringkan agar permukaannya tidak cepat menyusut dan tidak mudah dihinggapi oleh rayap. Selain itu kegunaan dari alat pengering kayu adalah bagaimana kita dapat mengefisienkan waktu sebaik mungkin. Kayu yang akan diuji pada alat pengering ini adalah kayu albasiah yang merupakan kayu lunak. Untuk mengeringkan kayu dibutuhkan waktu yang cukup lama hingga berbulan-bulan, dan itu tergantung dari jenis kayunya pengeringan kayu tergantung dari jenis kayu dan dimensi kayu tersebut. Jenis kayu lunak akan lebih cepat proses pengeringannya dibandingkan kayu jenis keras apabila dimensi kayunya sama. Kayu yang dikehendaki oleh konsumen kadar airnya berkisar antara 8 sampai 12 persen. Untuk menjaga agar hasil pengeringan kayu baik sehingga tidak terjadi cacat pada kayu maka perlu dijaga keseimbangan kelembaban ruangan pengeringan.