// <![CDATA[PERANCANGAN PEMODELAN SISTEM KONVERSI ENERGI ANGIN MENGGUNAKAN ROTOR KINCIR ANGIN TIPE PROPELLER.]]> BANGBANG SUSANDI / 12.2002.118 Dosen Pembimbing 1
Dengan memperhatikan pertumbuhan ekonomi dalam sepuluh tahun terakhir ini dan pertumbuhan penduduk pada tahun 2010, diperkirakan bahwa tingkat penyediaan energi listrik Nasional sebesar 68,76 MW. Untuk mengantisipasi kekurangan energi listrik, maka diperlukan pengadaan sistem pembangkit energi listrik tambahan guna mengantisipasi kebutuhan tersebut. Salah satu alternatif yang dapat diupayakan adalah dengan membangun pusat-pusat pembangkit energi listrik skala kecil sampai sedang dengan memanfaatkan potensi sumber daya energi setempat, khususnya sumber daya energi angin. Untuk memanfaatkan sumber energi angin dengan sifatnya yang sulit diprediksi, maka diperlukan perencanaan Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) yang tepat. Turbin angin tipe Propeller atau turbin angin sumbu datar telah cukup dikenal dan mempunyai kemampuan yang cukup tinggi. Turbin angin ini telah dikembangkan sejak lama dan terus masih dikembangkan. Turbin angin ini telah dibuat dari skala kecil, menengah bahkan sampai skala mega watt. Turbin angin tipe Propeller kebanyakan digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Bagian utama dalam hubungannya dengan perancangan, turbin angin ini dapat dibagi atas : aerodinamika rotor, struktur rotor, komponen mekanik utama dan komponen listrik. Dalam perancangan turbin angin tahap pertama yang harus dilakukan adalah memahami dan mempelajari fungsi serta cara kerja komponen pendukung yang akan dipakai guna memenuhi kebutuhan agar alat yang dimaksud dapat digunakan sebagaimana mestinya .