PEMBUATAN DAN PENGUJIAN PROTOTYPE OIL COOLER BEARING TRUST TIPE SHELL AND TUBE DI PLTA BENGKOK.
Alat penukar kalor adalah suatu alat yang berfungsi untuk memindahkan
energi kalor yang ada pada suatu fluida ke fluida lainnya yang berbeda
temperatur. Sistem-sistem yang menggunakan peralatan penukar panas antara
lain sistem pemanasan, sistem pendinginan, sistem pengkondisian udara, sistem
pembangkit tenaga, peralatan-peralatan kimia dan lain-lain.
Dalam penukar panas, panas berpindah dari fluida panas ke fluida dingin, hal
tersebut menyebabkan terjadinya pengurangan energi fluida panas dan
peningkatan energi dari fluida dingin. Dengan demikian dapat terjadi perubahan
temperatur dari fluida yang masuk penukar panas.Tujuan penelitian ini adalah
membuat dan merealisasikan perancangan serta menguji prototype oil cooler tipe
shell and tube.
Oil cooler tipe shell and tube terdiri pipa selubung luar dan pipa-pipa
tembaga didalamnya. Untuk bagian luar ada juga bagian head/penutup shell
bagian atas dan bagian bawah. Pada bagian shell terdapat saluran masuk dan
keluar fluida pendingin dan pada bagian penutup bagian atas terdapat saluran
masuk fluida yang didinginkan dan bagian penutup bawah terdapat saluran
keluar fluida yang didinginkan.
Proses pembuatan oil cooler tipe shell and tube diawali dengan pembuatan
shell atau selubung luar yang dibuat dari pipa baja berdiameter 3 inci, tube
dibuat dari pipa tembaga berdiameter 3/8 inci. Untuk baffel dan tube sheet dibuat
dari pelat tembaga setebal 2 mm. Penutup bagian atas dan bawah dibuat dari
bahan yang sama dengan shell berdiameter 3 inci dan panjang 5 cm. Semua
proses penyambungan menggunakan las.
Proses perakitan oil cooler tipe shell and tube dimulai dari proses
memasukkan tube sheet ke dalam shell, antara tube sheet dan flens ditambahkan
packing agar tidak terjadi kebocoran. Pemasangan tutup bagian atas dan bawah
ke bagian shell sebelum di baut diberi packing terledih dahulu agar tidak terjadi
kebocoran.
Proses pengujian pertama dilakukan menggunakan media air untuk
mengetahui apakah ada kebocoran atau tidak pada oil cooler. Pengujian pertama
dilakukan pada saluran fluida pendingin kemudian apabila sudah tidak terjadi
kebocoran dilanjutkan ke saluran fluida yang didinginkan.
Proses pengambilan data dilakukan 10 kali dalam interval 1 menit untuk
sekali pengujian. Temperatur oli yang akan didinginkan adalah 60oC. Dari
pengujian ini akan diketahui seberapa besar perpindahan panas yang terjadi dari
oil cooler ke lingkungan. Pengujian dilakukan pada berbagai variasi debit antara
air dan oli. Debit air maksimum ditetapkan pada 0,125 m3/s agar aliran fluida
tetap laminer. Oil cooler tipe shell and tube dapat menurunkan temperatur oli
dari 60oC ke 53o C.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2008).PEMBUATAN DAN PENGUJIAN PROTOTYPE OIL COOLER BEARING TRUST TIPE SHELL AND TUBE DI PLTA BENGKOK. ().Teknik Mesin:FTI
Chicago Style
.PEMBUATAN DAN PENGUJIAN PROTOTYPE OIL COOLER BEARING TRUST TIPE SHELL AND TUBE DI PLTA BENGKOK. ().Teknik Mesin:FTI,2008.Text
MLA Style
.PEMBUATAN DAN PENGUJIAN PROTOTYPE OIL COOLER BEARING TRUST TIPE SHELL AND TUBE DI PLTA BENGKOK. ().Teknik Mesin:FTI,2008.Text
Turabian Style
.PEMBUATAN DAN PENGUJIAN PROTOTYPE OIL COOLER BEARING TRUST TIPE SHELL AND TUBE DI PLTA BENGKOK. ().Teknik Mesin:FTI,2008.Text