// <![CDATA[EVALUASI POLA PELAYANAN RUMAH SAKIT UMUM UJUNGBERUNG]]> RETNO AGUSTIN / 2492067 Dosen Pembimbing 1 Ir. Suluh Kumoro Ir. Yasmin, MSP.
Faktor penduduk merupakan faktor dominan dalam memberikan dorongan terhadap pertumbuhan aktivitas maupun fasilitas perkotaan, baik dari segi karakteristiknya maupun dari segi kepadatan penduduk. Meningkatnya pertambahan penduduk akan mempenqaruhi terhadap jumlah serta penyebaran fasilitas perkotaan. Studi ini mengenai masafah pelayanan fasilitas kesehatan RSU Ujunqberung, sehubungan denqan peningkatan status fasilitas kesehatan puskesmas Ujungberung menjadi RSU Ujungberung kelas D pada tahun 1993 oleh pemerintah, tentu mempunyai hubungan terhadap keinginan pemerintah untuk meningkatkan kuafitas pelayanan kesehatan penduduk wilayah Ujungberung dan sekitarnya. Timbul anggapan, sampai sejauh mana fasilitas kesehatan RSUU Ujungberung yang disediakan oleh pemerintah mampu melayani penduduk di wijayah Ujungberung dan tanggapan penduduk terhadap fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh pemerintah. Tujuan studi adalah meneliti kesesuaian kebutuhan fasilitas kesehatan RSU Ujungberung, mengevaluasj kesesuajan syarat lokasi fasifitas kesehatan RSU Ujungberung, meneliti cakupan area jangkauan pelayanan fasilitas kesehatan RSU Ujungberung dalam radius pencapaian dan tingkat aksesibifitas ke RSU Ujunqberung. Kesesuaran kebutuhan fasifitas kesehatan dan syarat lokasi fasilitas kesehatan RSU Ujungberung ditinjau berdasarkan evaluasi standar/pedoman fasilitas kesehatan dan kebijaksanaan tata ruanq. Cakupan area pelayanan fasilitas kesehatan RSU Ujungberung dan tingkat aksesibilitas ke RSU Ujungberung ditinjau berdasarkan hasil kuesioner responden. Pelayanan fasilitas kesehatan RSU Ujungberung diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai besarnya kebutuhan pelayanan kesehatan yang diinqinkan oleh penduduk di wilayah Ujungberung dan sekitarnya. Metoda studi yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder, yaitu studi literatur dan survei kuesioner terhadap responden yang terbagi atas dua responden (pengguna/pasien RSU Ujungberung dan penduduk wilayah Ujungberung). Hasil studi kesesuaian kebutuhan fasilitas kesehatan belum memenuhi standar/pedoman penyediaan fasifitas kesehatan rumah sakit, tetapi untuk kebutuhan fasilitas kesehatan di masa yang akan datang cukup baik, yaitu adanya rencana pengembangan dan peningkatan status fasilitas kesehatan RSU Ujungberung menjadi kelas C pada tahun 1999. Sesuai arahan kebijaksanaan tata ruang wilayah Ujungberung, lokasi RSU Ujungberung berada di lingkungan pusat sekunder WP Ujungberung, berada di tempat yang tenang dan strategis. Hasil studi cakupan area pelayanan fasilitas kesehatan RSU Ujungberung memperlihatkan bahwa fasilitas kesehatan RSU Ujungberung mampu melayani kebutuhan pelayanan kesehatan penduduk di wilayah Ujunqberung. Hal ini ditandai dengan pemanfaatan fasilitas kesehatan RSU Ujungberung oleh penduduk di wilayah Ujungberung dan penduduk di luar wiLavah Ujungberung. Tingkat aksesibilitas ke RSU Ujungberung cukup tinggi, ditandai denqan terdapatnya beberapa rute sarana transportasi umum yanq melewati lokasi RSU Ujungberung serta jarak RSU Ujungberung dari pusat WP Ujungberung cukup dekat, yaitu ± 7 km dari jalan raya Ujungberung. Dari studi ini diharapkan pemda kotamadya Bandung untuk memberikan batasan terhadap kawasan perdagangan yanq ada di pusat sekunder WP Ujungberung agar tidak mengarah ke dalam kawasan fasifitas kesehatan RSU Ujungberung serta menambah jumlah dan besaran sarana pelayanan kesehatan di RSU Ujungberung.