// <![CDATA[PENENTUAN DAN ARAHAN DESA-DESA PUSAT PELAYANAN DI KECAMATAN BATANGHARI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH]]> ISKANDRI WIJAYA / 2491014 Dosen Pembimbing 1 Achadiat Dritasto, Ir., M.T. Ir. Hilwati Hindersah. MURP
Indonesia sebagai negara agraris yang mengandalkan sektor pertanian sebagai sektor utama didukung oleh kondisi wilayah yang sebagian besar adalah wilayah pedesaan. Wilayah pedesaan sebagai wilayah yang dominan dihandingkan wilayah perkotaan mempunyai beberapa masalah yang berkaitan dengan perkembangan wilayahnya. Salah satu masalah yang dihadapi wilayah pedesaan di Indonesia adalah belum terencananya pusat-pusat pelayanan wilayah terutama dalam skala wilayah kecamatan. Dalam hal ini sebelum menentukan pusat tempat berkumpulnya berbagai pelayanan.fasilitas sosial dasar, untuk memberikan kemudahan penduduk dalam melakukan kegiatan. Salah satu wilayah yang belum mempunyai pusat-pusat pelayanan desa adalah Kecamatan Batanghari yang terletak di Kabupaten Lampung Tengah. Kecamatan Batanghari dengan lbukota Desa Banarjoyo dan terdiri dari 16 desa, sampai saat ini belum mempunyai pusat-pusat pelayanan wilayah sehingga ibu kota kecamatan dijadikan sebagai pusat pertumbuhan utama untuk semua fasilitas. Hal ini menyebabkan tidak meratanya pelayanan fasilitas terhadap masyarakat karena kemampuan pencapaian terhadap fasilitas tidak seimbang. Hambatan perkembangan wilayah juga salah satunya disebabkan oleh penyebaran fasilitas yang tidak merata. Perencanaan pusat-pusat pelayanan wilayah akan memungkinkan wilayah kecamatan berkembang. Penentuan pusat-pusat pelayanan di Kecamatan Batanghari didasarkan pada beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor samber daya alam, samber daya manusia, ahivitas ekonomi, kelengkapan fasilitas dan transportasi. Penilaian terhadap semua faktor tersebut didasarkan pada penjumlahan nilai dikali dengan bobot tiap factor yang mempengaruhi penentuan pusat pelayanan. Semakin tnrggi nilai dikali dengan bobot suatu desa maka semakin besar peluang wiloyah tersebut menjadi pusat pelayanan bagi wilayah dibawahnya. Setelah penjumlahan bobot diberi klasrfikasi tinggi, sedang, rendah, yang berguna untuk melihat tingkatan dari desa-desa. Berdasarkan hasil analisis terhadap beberapa foktor tersebut menunjukkan lbukota Kecamatan Batanghari yaitu Desa Banarjoyo adalah yang paling layak dijadikan sebagai pusat pertumbuhan desa utama di Kecamatan Batanghari. Pemerataan pusat pelayanan .juga dilakukan dengan menetapkan pusat pertumbuhan desa hirarki kedua setelah pusat pelayanan utama yang terdiri dari tiga desa yaitu Desa Batangharjo, Desa Nampi Rejo dan Desa Banjar Rejo. Tiap pusat pelayanan desa yang telah ditetapkan mempunyai.fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan hirarkinya dan bergantung pada jumlah penduduk yang dilayaninya. Penentuan pusat pelayanan juga memperhatikan aspek potensi aksesibilitas penduduk pada masing-masing desa dengan desa lainnya karena pelayanan akan berkaitan erat dengan pergerakan penduduk yaitu penduduk akan mencari pusat pelayanan yang paling optimal dan mudah dicapai. Dengan adanya pusat pelayanan tersebut maka kebutuhan penduduk dengan mudah dapat terpenuhi. Selain dilihat dari potensi aksesibilitas, dilihat juga tingkat perkembangan tiap desa, dimana adanya tingkat perkembangan desa yang tinggi akan membesar juga peluang menladi pusat pelayanan desa.