// <![CDATA[KONSEP PENYEDIAAN RUANG USAHA DI RUMAH SUSUN]]> IGP. SUDIARTA / 2491021 Dosen Pembimbing 1 Akhmad Setiobudi, Ir., M.T Ir. Suluh Kumoro
Dalam rangka meningkatan daya guna dan hasil guna tanah bagi pembangunan perumahan dan untuk lebih meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, terutama di daerah yang berpenduduk padat tetapi hanya tersedia luas tanah yang terbatas, maka dirasakan perlu untuk membangun perumahan dengan sistem lebih dari satu lantai. Dimana sistem seperti ini akan membagi lantai-lantai dan bangunan-bangunan yang dapat dimiliki bersama dan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki secara terpisah untuk dihuni. Guna mewujudkan kesejahteraan umum dan peningkatan taraf hidup rakyat, khususnya dalam upaya pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok akan perumahan sebagaimana diamanatkan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara diperlukan peningkatan usaha-usaha penyediaan perumahan yang layak huni, dengan harga yang dapat dijangkau oleh daya beli rakyat terutama golongan masyarakat yang mempunyai penghasilan rendah. Pada umumnya pembangunan perumahan, dalam hal ini rumah susun, lebih dititikberatkan pada fungsi rumah itu sendiri yaitu sebagai tempat tinggal atau ruang hunian dan sarana pembinaan keluarga. Namun demikian, tujuan pembangunan rumah susun dalarn rangka mewuiudkan kesejahteraan umum dan peningkatan taraf hidup rakyat, harus diterapkan dengan benar dan merala. Yang dimaksud dengan benar dan merata adalah bahwa pembangunan rumah susun harus benar-benar diprioritaskan bagl peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama golongan masyarakat berpenghasilan rendah. Dan yang dimakudkan dengan merata adalah bahwa pembangunan rumah susun harus mampu meningkatkan tarif hidup penghuninya secara merata dalam berbagai sektor, terulama sector sosial dan ekonomi. Jika dilihat kenyataannya di lapangan, tidak semua pembangunan permukiman berupa rumah susun menyediakan ruang kegiatan khusus yang dapat menampung segala jenis usaha yang dimiliki oleh penghuninya. Tidak jarang maksud baik dibangunnya rumah susun agar lingkungan tertata rapi dan masyarakat menempati rumah yang layak huni, kadang-kadang terlihal lebih kumuh karena banyak penghuninya menyelenggarakan kegiatan usahanya di sekirar iingkungan maupun menempel langsung dengan tembok bangunan gedung rumah susun itu sendiri. Hal ini, tentuhva selain merusak pemandangan dan estetika bangunan, juga akan mengganggu srkulasi, kesehatan, dan kenyamanan penghuni sekaligus menyulitkan perawatan terhadap gedung bersangkutan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka studi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan rumah susun dalam membantu meningkatkan usaha masyarakat penghuninya, dalam hal ini lingkungan rumah susun Industi Dalam di Kelurahan Arjuna yang dibangun oleh Departemen Pekerjaan Umum, Dirjen Cipta Karya, Pemerintah DaerahTingkat II Kotamadya Bandung. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi konsep atau masukan bagi pelaksanaan pembangunan rumah susun selanjutnya.