// <![CDATA[KESESUAIAN PERKEMBANGAN PERUMAHAN DI WILAYAH PINGGIRAN PERKOTAAN (STUDI KASUS CIREBON RAYA)]]> ARMEN SYAMSU / 2491024 Dosen Pembimbing 1 Akhmad Setiobudi, Ir., M.T Dra. Djohara T. Djajadinata. MRRP.
Pertumbuhan dan perkembangan suatu wilayah dapat menyebabkan peningkatan jumlah penduduk yang pada akhirnya akan diikuti dengan peningkatan kebutuhan penggunaan lahan. Peningkatan jumlah penduduk akan mengakibatkan peningkatan akan kebutuhan perumahan seiring dengan peningkatan lahan untuk perumahan. Walaupun lahan selalu tersedia, namun sulit untuk mendapatkan lahan yang lokasi, harga dan waktunya tepat dan memenuhi syarat yang dikendaki oleh sifat pembangunan yang dikendaki. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan lahan adalah dengan jalan membangun perumahan di wilayah pinggiran perkotaan. Persoalan yang dihadapi adalah dengan meningkatnya jumlah penduduk akan memicu pula kebutuhan akan lahan untuk berbagai kegiatan-kegiatan. Kebutuhan lahan untuk perumahan merupakan salah satu faktor yang perlu dihadapi. Perkembangan perumahan di wilayah pinggiran perkotaan akan menimbulkan permasalahan dilihat dari segi fisik dasar dan ketersedian fasilitas penunjang lainnya, serta kesesuaian dengan kebijaksanaan Cirebon Raya. Studi ini dilakukan untuk melihat kesesuaian perkembangan perumahan di wilayah pinggiran perkotaan terhadap kebijaksanaan Cirebon Raya. Kesesuaian ini dapat di bagi atas 3 bagian yaitu kesesuaian pembangunan perumahan dengan arah perkembangan dalam kebijaksanaan Cirebon Raya, pola pergerakan penduduk, don pola pemanfaatan fasilitas. Kesesuaian lahan dilakukan dengan cara tumpang-tindih peta (super impose), sedangkan pola pergerakan dan pola pemanfaatan fasilitas dengan cara tabulasi data. Pola pergerakon penduduk masih cukup besar bergerak ke Kotamadya Cirebon terutama untuk bekerja dan sekolah. Pergerakan yang cukup tinggi ini disebabkan karena Kotamadya masih merupakan pusat perdagangan dan jasa serta pemusatan fasilitas. Pemanfaatan fasilitas oleh penduduk wilayah pinggiran perkotaan pada umumnya untuk fasilitas skala pelayanan lokal telah dapat dipenuhi oleh wilayah tersebut dan untuk skala pelayanan pada tingkat yang lebih tinggi penduduk memanfaatkan fasilitas yang terdapat di Kotomadya Cirebon.