// <![CDATA[TERMINAL TERPADU KAB. BANDUNG BARAT]]> Didi Iswandi/212008023 Dosen Pembimbing 1 Udjianto,Ir. MSP. Dosen Pembimbing 1 Ir. I Putu W Thomas Brunner, MM Dosen Pembimbing 2
Sebagai Proyek terminal terpadu tipe B ini sangat cocok di bangun di kawasan Kabupaten Bandung Barat terletak di jalan arteri dengan kelas jalan sekurang-kurangnya III B. jika kita lihat jarak antara terminal penumpang tipe B dengan terminal A seperti lewipanjang sekurang-kurangnya 15 km di puiau jawa, dengan adanya terminal terpadu yang berada di kab. Bandung Barat bisa membantu perekonomian wilayah tersebut dan sedikit mungkin mengurangi beban pada lingkungan isu lingkungan yang menjadi isu global saat ini.karna terminal banyak perkerasan di site, banyak menghasilkan karbon berakibat pada meningkatnya suhu bumi dan merusak Lingkungan di sekitar. kita ketahui "Negara yang menguasai transportasi global, ekonomi dan percaturan politik internasional" slogan tersebut mengartikan betapa sangat pentingnya peranan transportasi dalam kehidupan manusia, perekonomian dan pembangunan regional, nasional, dan internasional Konsep bentuk yang diterapkan pada tyerminal terpadu ini diambil dari transpormasi bentuk bangunan jelopong dan badak heuai menjadi sedikit modern karena bentuk itu sangat bagus dalam penghematan energy di dalam ruangan dan atap sangat cocok di bangun di Kab. Bandung Barat kama beriklim tropis. karena tapak yang berkontur, dengan memanfaatkan kontur pada tapak dengan maksimal, dengan bangunan tida melawan garis kontur tetapi mengikuti alur kontur massa yang terbentuk mengikuti orientasi sebuah terminal. Bentuk dasar gubahan di ambil dari bentuk linier kama bentuk tersebut sangat bagus untuk sirkulasi di dalam bangunan. Dengan asumsi kebutuhan ruang yang yang mengikuti alur sirkulasi di dalam site maka gubahan massa ditempatkan di bagian tengah site yang dapat memberikan orientasi ke jalan di sekelilingnya. Perencanaan proyek ini diawali dengan menganalisis kondisi tapak secara malcro dan milcro yang berada di Kab. Bandung Barat, berlandaskan kondisi eksisting dan peraturan daerah,peraturan dinas perhubungan (DISHUB) serta identifikasi terhadap pemerintah Kab. Bandung Barat dan sistem operasional bangunan. Lalu disusun program ruang berdasarkan kebutuhan, dilanjutkan dengan desain zoning dan ruang, dengan tetap berpijak pada tema desain yang Ielah ditentukan. Proses perencanaan menjadi titik berangkat untuk dilanjutkan menjadi proses selanjutnya, yaitu proses desain. Kemudian, segala aspek yang dituangkan dalam proses desain tersebut dilanjutkan dalam bentuk skematik. Semua proses tersebut menjadi satu kesatuan untuk mencapai proses desain dan produk desain yang utuh. Kata kunci: Stasiun terpadu, klim tropis, Penghematan energi di bangunan, Lingkungan