// <![CDATA[STUDI IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PERILAKU PEJALAN KAKI DAN FASILITASNYA DI KAWASAN PERKOTAAN (KASUS STUDI :]]> LARASATI / 2492022 Dosen Pembimbing 1 Ir., I.F. Poernomosidhi, MSc., Ph.D
Perubahan bangkitan pergerakan yang disebabkan oleh perubahan guna lahan dari pemukiman menjadi perdagangan dan jasa di beberapa kawasan di Kota Bandung telah menyebabkan kondisi lalu lintas menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kawasan yang mengalami perubahan guna lahan itu disebut sebagai kawasan yang bertransisi. Kawasan perdagangan yang memiliki intensitas lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan pemukiman menuntut tersedianya ruang dan fasilitas-fasilitas yang lebih baik dan memadai sesuai dengan kebutuhan. Selain disebabkan oleh perubahan guna lahan, pejalan kaki kurang mendapat perhatian baik dari pihak pemerintah, swasta ataupun masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu penataan ruang saat ini dirasakan masih timpang antara penyediaan fasilitas bagi lalu lintas dengan fasilitas pejalan kaki. Hal-hal di atas menyebabkan penulis mengadakan penelitian mengenai pejalan kaki dan fasilitasnya agar dapat membuat usulan dalam menata keberadaan trotoar sebagai salah satu fasilitas pejalan kaki sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi kriteria tingkat pelayanan kualitatif, yaitu kenyamanan, keamanan, keselamatan, keamanan dan aspek ekomomi yang berkaitan dengan nilai yang mempengaruhi lingkungan pejalan kaki. Mengidentifikasikan aspek penyediaan-permintaan (supply-demand) antara fasilitas-fasilitas yang tersedia pada saat ini sebagai aspek penyediaannya dan perubahan bangkitan perjalanan baik pejalan kaki maupun lalu lintas sebagai aspek permintaannya diharapkan dapat mencapai tujuan dari studi ini. Teknik pengumpulan data pada studi ini dilakukukan secara primer dan sekunder. Pada survei primer penulis melakukan penghitungan secara langsung baik jumlah maupun kecepatan pejalan kaki dan kendaraan yang melintasi ruas jalan sebagai lokasi studi. Data sekunder diperoleh dari buku-buku baik berupa textbook maupun laporan skripsi dan tugas akhir terdahulu. Hasil-hasil yang diperoleh dari sigi primer tersebut diolah berdasrkan teknik analisis pada Highway Capacity Manual (Transportation Research Board, Washington DC, 1985) yang membuat hubungan antara kecepatan, kepadatan dan arus balik lalu lintas maupun pejalan kaki sehingga dapat diperoleh perbandingan volume dan kapasitas yang tersedia. Studi mengenai pejalan kaki telah dilakukan di Eropa dan Amerika. Selain itu terdapat beberapa penelitian baik berupa skripsi maupun thesis yang ada saat ini telah mengambil studi mengenai pejalan kaki di pusat-pusat kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Jakarta yang tentunya memerlukan perhatian yang lebih besar mengingat kondisi pusat kota saat ini yang selalu menjadi lokasi terdapat dan memiliki tarikan yang sangat besar terhadap penduduk yang ada di kota tersebut. Pada studi tersebut biasanya diterapkan sistem pedestrianisasi.