STUDI PENENTUAN LOKASI DALAM RANGKA PENYEDIAAN LAHAN BAGI RELOKASI PERMUKIMAN PENDUDUK YANG TERKENA RENCANA PROYEK JALAN DAN JEMBATAN LAYANG PASTEUR-SURAPATI (MENGGUNAKAN METODA SAATY)
Pemerintah Daerah Fiotamadya Bandung dalam mengantisipasi masalah transportasi merencanakan pembangunan jalan yang menghubungkan antara Barat-Timur Kota Bandung. Rencana fisik jalan tersebut pada awalnya bersifat sebidang, namun mengingat faktor / pertimbangan menyangkut kendala fisik, finansial dan lainnya akhirnya rencana awal tersebut dirubah menjadi tidak sebidang, namun melayang membentangs epanjangk urangl ebih 2,55 Km.
Rencana pembangunan jalan dan jembatan layang Pasteur - Surapati secara otomatis membutuhkan lahan untuk konstruksi jalan dan jembatan. Oleh karena itu, diperlukan pembongkaran/pembebasanla han bagi yang terkena jalur dari rencana pembangunanja lan danj embatan perlu dilakukan.
Jenis Ganti rugi yang dircncanakan terbagi tiga trace meliputi :
a. Trace I dari keluar pintu tol Panci fjalan Pasteur) sampai dengan ruas jalan Cihampelas
b. Trace II adalah lembah Cikapundung yaitu mulai ruas jalan Cihampelas sampai dengan ruas jalan Tamansari
c. Trace III adalah dan ruas jalan Tamansari sampai dengan ruas jalan Surapati
Menurut rencana pembebasan lahan dimulai pada trace II, adapun jenis penggantiannya untuk penduduk yang menempati tanah milik perorangar/pribadi akan diganti berbentuk uang penggantian yang disesuaikan berdasarkan harga pasaran lahan dilokasi bersangkutan sedangkan untuk penduduk yang menempati tanah milik pemda atau kepemilikannya tidak syah akan dipindahkan ke alternatif-alternatif lokasi yang disediakan oleh Pemda Kota Bandung.
Pemerintah Daerah Kotamadya Bandung mengusulkan alternatif-alternatif lokasi penyediaan lahan bagi relokasi penduduk yang bertinggal di Kelurahan Tamansari/Trace II. Sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) dan rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTPK) pemindahan penduduk pada Trace II diarahkan ke wilayah Ujungberung dan witayah Gedebage, dimana peruntukan kawasan tersebut dijadikan sebagai kawasan perumahan non-polusi industri.
Pemerintah Daerah Kodya Bandung mengusulkan tiga alternatif lokasi untuk penyediaan kaveling tanah matang yang terletak pada wilayah Gedebage dan wilayah Ujungberung yaitu:
a) Wilayah Ujungberung
Lokasi I terletak di Desa Cisarupan, Kecamatan Ujungberung.
Lokasi II terletak di Desa Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik.
b) Wilayah Gedebage
Lokasi III terletak di Desa Cisaranten Kidul, Desa Cimencrang. Kecamatan Rancasari.
Penentuan lokasi permukiman yang disediakan Pemda Kodya Bandung dengan menggunakan metoda Thomas L..Saaty (Analisis Hierarki Proses). Pada pemilihan tersebut ditentukan kriteria-kriteria yang didasari oleh UU No.4 tentang "Perumahan dan Permukiman", Kebijakan Pemda Kodya DT II Bandung "Tentang Relokasi Penduduk dan Jalan Layang", dan Para ahli antara lain Drs. Prayogo Mirhad, Hoover serta Dr. Soejanto P, maka diketahui kriteria-kriteria penentu calon lokasi pemindahan penduduk Tamansari (Trace II). Adapun kriteria-kiiteria tersebut, antara lain:
- Kondisi Lahan (meliputi : Luas Lahan, Kemiringan Lahan, Harga Lahan, Geologi, dan Penggunaan Lahan)
- Aksesibilitas (meliputi : Fisik Jalan, Fungsi Jalan, dan Nilai Macam Jurusan)
- Utilitas perumahan yaitu meliputi kemampuan penyediaan air bersih dan listrik.
- Faktor keamanan dari gangguan bencana longsor, banjir dan faktor kenyamanan meliputi tingkat polusi udara dan suara.
- Kesesuaian dengan peruntukkan lahan permukiman.
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diperoleh kesimpulan mengenai lokasi yang cocok untuk drjadikan permukiman untuk relokasi penduduk Tamansari (Trace II). Hampir setiap kriteria penentuan lokasi permukiman lokasi yang terletak di Cisaranten Kulon mempunyai keunggulan-keunggulan lokasi dilihat dari faktor kondisi lahan, aksesibilitas, kelengkapan fasilitas dan utilitas serta kesesuaian dengan peruntukkan lahan permukiman, terkecuali faktor drainase yaitu kemampuan pengendalian hasil buangan dan faktor kenyamanan dan keamanan Iokasi II ini nilainya kurang dan alternatif lokasi lainnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2000).STUDI PENENTUAN LOKASI DALAM RANGKA PENYEDIAAN LAHAN BAGI RELOKASI PERMUKIMAN PENDUDUK YANG TERKENA RENCANA PROYEK JALAN DAN JEMBATAN LAYANG PASTEUR-SURAPATI (MENGGUNAKAN METODA SAATY) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.STUDI PENENTUAN LOKASI DALAM RANGKA PENYEDIAAN LAHAN BAGI RELOKASI PERMUKIMAN PENDUDUK YANG TERKENA RENCANA PROYEK JALAN DAN JEMBATAN LAYANG PASTEUR-SURAPATI (MENGGUNAKAN METODA SAATY) ().Teknik Planologi:FTSP,2000.Text
MLA Style
.STUDI PENENTUAN LOKASI DALAM RANGKA PENYEDIAAN LAHAN BAGI RELOKASI PERMUKIMAN PENDUDUK YANG TERKENA RENCANA PROYEK JALAN DAN JEMBATAN LAYANG PASTEUR-SURAPATI (MENGGUNAKAN METODA SAATY) ().Teknik Planologi:FTSP,2000.Text
Turabian Style
.STUDI PENENTUAN LOKASI DALAM RANGKA PENYEDIAAN LAHAN BAGI RELOKASI PERMUKIMAN PENDUDUK YANG TERKENA RENCANA PROYEK JALAN DAN JEMBATAN LAYANG PASTEUR-SURAPATI (MENGGUNAKAN METODA SAATY) ().Teknik Planologi:FTSP,2000.Text