// <![CDATA[ANALISIS LOKASI OPTIMAL TERMINAL PENUMPANG MADYA DI KOTA SERANG]]> INDRIA SITA WARDHANI / 2492048 Dosen Pembimbing 1 Ir. Septiana Hariyani Ir. Ronny Nurzaman
Kota Serang merupakan Ibu kota Kabupaten Daerah Tingkat II Serang, mempunyai luas wilayah sebesar 9.200 Ha dengan jumlah penduduk sebesar 193.934 jiwa pada tahun 1994. Kota Serang merupakan pusat pernerintahan pusat pendidikan, pusat perdagangan dan jasa serta sebagai kota transit. Kota Serang sebagai pusat perdagangan memiliki skala pelayanan regional dan lokal. Perkembangan Kota Serang yang pesat disebabkan oleh tingginya daya hubung eksternal Kota Serang dengan kota-kota di sekitarnya dan mayoritas penduduk yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Perkembangan dan pertumbuhan yang pesat telah mendorong Kota Serang menjadi pusat berbagai kegiatan perkotaan, didukung pula oleh letak Kota Serang yang strategis, yaitu terletak pada jalur lintas regional Jakarta-Merak. Sejalan dengan peningkatan kegiatan perkotaan di Kota Serang, membawa akibat meningkatnya tuntutan akan penyediaan sarana dan prasarana perangkutan. Lokasi terminal penumpang madya (Terminal Kepandaian dan Terminal Pasar Rawu) pada saat ini terletak di sekitar kawasan pusat kota. Lokasi terminal madya tersebut mernperlihatkan tingkat daya hubung yang tidak merata sebagai akibat perbedaan jarak tempuh yang cukup besar terutama pada bagian barat kota. Hal ini ditunjang pula oleh kondisi pola angkutan umum perkotaan yang belum dapat menjangkau seluruh pelosok wilayah kota secara merata. Penilaian terhadap rnasalah lokasi terminal penumpang madya di Kota Serang, didasarkan pada keberadaan terminal tersebut di sekitar kawasan pusat kota sehingga mengakibatkan persoalan lalu lintas yang dikhawatirkan dapat mengganggu fungsi dan peranan Kota Serang secara keseluruhan. Fungsi dan peranan Kota Serang sebagai pusat perdagangan jasa dan sebagai kota transit, telah mendorong pihak pengelola lalu lintas angkutan jalan raya di Kota Serang untuk segera menangani masalah tersebut. Hal ini tertuang dalam Kebijaksanaan Pemerintah di bidang perangkutan umum dimana target yang ingin dicapai adalah membangun terminal di tempat-tempat yang diperlukan. Studi analisis lokasi optimal terminal penumpang madya di Kota Serang merupakan sumbangsih terhadap kebijaksanaan yang harus dilakukan Pemerintah Daerah Tingkat lI Kabupaten Serang untuk mengatasi masalah transportasi di Kota Serang. Kabupaten Serang untuk mengatasi masalah transportasi di Kota Serang. Studi ini bertujuan untuk mencari dua lokasi optimal terminal penumpang madya di Kota Serang sebagai usaha penanganan terhadap permasalahan lokasi terminal tersebut. Analisis yang dilakukan meliputi dua tahap analisis. yaitu analisis kuantitatif berdasarkan Teori Rushton dan analisis kualitatif berdasarkan kriteria lokasi terminal penumpang madya. Proses analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan alat bantu Model Perencanaan Lokasi suatu Fasilitas (Facility Location on a Plane Model FLMP) berdasarkan Teori Rushton (Multy-Facility Location in Continuous Space). Proses analisis kualitatif dilakukan dengan metode pertampalan (super inpose) berdasarkan kriteria lokasi terminal penumpang madya yang diperoleh dari dua sumber yang berlaku secara nasional (berdasarkan Pedoman Teknis Pembangunan Terminal Angkutan Jalan Raya Dalam Kota dan Antar Kota dari Ditjen Perhubdat; dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : 31 Tahun 1995 tentang Terminal Transportasi Jalan dan teoritis (berdasarkan pendapat pakar transportasi pada studi-studi yang telah ada). Setelah dilakukan penilaian kriteria lokasi terminal penumpang madya terhadap kondisi dan permasalahan Kota Serang, maka diperoleh Sembilan kriteria lokasi terminal penumpang madya yang dipertirnbangkan dalam pemilihan dua lokasi optimal terminal penumpang madya di Kota Serang. Studi ini diharapkan dapat menjadi suatu masukan bagi Pemerintah Daerah Tingkat iI Kabupaten Serang, khususnya dalam mengatasi permasalahan lalu lintas dalam kota dan regional yang diakibatkan oleh lokasi terminal penumpang madya dan bagi perencanaan tata ruang daerah pada umumnya.