<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4648">
<titleInfo>
<title><![CDATA[IDENTIFIKASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK KAWASAN LINDUNG DAN BUDIDAYA PERTANIAN BERDASARKAN ASPEK FISIK DASAR DI KABUPATEN BANDUNG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DINO WISNU WARDHANA / 2492054</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Achadiat Dritasto, Ir., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. H. Kusman Kusumanegara, MRP</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Planologi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[1999]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Salah satu faktor yang berpengaruh besar dan juga sangat dipengaruhi oleh pembangunan adalah faktor sumber daya alam dan daya dukung lingkungan.
Dalam lingkup Kabupaten DT Bandung, daya dukung lingkungan fisik ini merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Lahan-lahan berlereng curam membentuk sepertiga dari Wilayah Kabupaten DT ll Bandung. Dikombinasikan dengan lapisan tanah yang mudah erosi dan longsor, sebagian besar dari wilayahnya tidak cocok untuk pengembangan wilayah perkotaan. Terlebih
lagi, sebagian dari dataran Bandung yang pada prinsipnya dapat menampung perkembangan kota, merupakan wilayah yang rawan banjir. Hal ini menyebabkan perkembangan perkotaan dan industri mengarah pada lahan-lahan pertanian yang baik dan bahkan meluas ke wilayah-wilayah yang berlereng curam yang meningkatkan kecepatan air hujan dan erosi. Kabupaten Bandung merupakan suatu wilayah yang memiliki potensi untuk pengembangan pertanian, terutama didukung oleh potensi
sumber daya alamnya dan ditunjang oleh kebijaksanaan pemanfataan ruangnya.
Karena kondisi tersebut diperlukan adanya suatu arahan pemanfaatan ruang yang mengarahkan kegiatan sesuai dengan daya dukung fisiknya untuk itu perlu diidentifikasi kawasan yang merupakan limitasi, kendala maupun potensi pada wilayah studi, untuk itu analisis kesesuaian lahan menjadi cukup penting dan menarik sebagai dasar bagi arahan pembangunan di wilayah ini.
Dalam penentuan kesesuaian lahan ini dilakukan delineasi kawasan lindung dan budidaya. Analisis yang dilakukan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan peraturan dan teoritik dengan terlebih dahulu dibahas faktor-faktor yang menjadi penentu kesesuaian lahan. Hasil dari pada analisis adalah kesesuaian lahan untuk setiap kawasan baik lindung maupun budidaya, kesesuaian lahan gabungan, kesesuaian antara penggunaan lahan eksisting dan RTRW dengan kesesuaian lahan hasil studi. Perangkat sistem informasi digunakan dalam analisis karena kemampuannya yang dapat diandalkan terutama dalam hal mengolah data-data yang diperlukan, sehingga diharapkan hasil studi akan lebih optimal.
Berdasarkan hasil analisis, kawasan berfungsi lindung yang diidentifikasi adalah hutan lindung (575572 Ha), resapan air (24452.88 Ha), gerakan tanah (41803.86 Ha), rawan bencana gunung berapi (1093.93 Ha), dan taman hutan raya (412.75 Ha). Untuk kawasan budidaya terdiri dari sawah irigasi (130304 Ha), sawah tadah hujan (171219 Ha), lahan kering (67024.81 Ha), kebun campuran (109039.5 Ha), dan perkebunan (885l,4.74) Ha.
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[kesesuaian lahan]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[aspek fisik dasar]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[kawasan lindung, budidaya pertanian]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[2492054a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[2492054a]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3388" url="" path="/PL2492054a.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[IDENTIFIKASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK KAWASAN LINDUNG DAN BUDIDAYA PERTANIAN BERDASARKAN ASPEK FISIK DASAR DI KABUPATEN BANDUNG]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[4648]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-06-07 11:04:49]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>