// <![CDATA[IDENTIFIKASI PENINGKATAN KONDISI BANGUNAN RS DAN RSS TIPE 21/60]]> RAHMAT HIDAYAT / 2493044 Dosen Pembimbing 1 Widya Suryadini, S.T., M.T. Ir. Suluh Kumoro
Rumah yang ditinjau pada studi ini adalah RS dan RSS tipe 21/60. Kondisi rumah yang disediakan kebanyakan tidak sesuai dengan kebutuhan penghuni sebenarnya, seperti jumlah kamar, luas ruangan desain, dan lain-lain, sehingga memaksa penghuni melakukan peningkatan kondisi rumah untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan kemampuannya. Pada umumnya alasan peningkatan kondisi rumah yang dilakukan, karena masyarakat menganggap bahwa kondisi yang ada sekarang ini belum memenuhi kebutuhan keluarga, sebagai contoh jumlah ruangan yang disediakan yaitu satu kamar tidur, satu ruang tamu dan satu kamar mandi, sehingga untuk kamar tidur anak, serta dapur harus dibangun sendiri. Selain itu kecenderungan ini akan membawa dampak pada kawasan perumahan tersebut, seperti perumahan menjadi padat dan tidak teratur. Adapun tujuan studi ini adalah untuk melihat perubahan kepadatan pada perumahan murah berdasarkan ketidaksesuaian sediaan rumah dengan kebutuhan penghuni serta peningkatan kondisi rumah oleh penghuni perumahan. Metoda yang digunakan untuk mencapai tujuan di atas adalah penyebaran kuesioner dan uji korelasi. Metoda tersebul dilakukan untuk melihat apakah ada keterkaitan atau hubungan antara peningkatan kondisi rumah yang dilakukan dengan karakteristik penghuni. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan terlihat bahwa pada umumnya penghuni perumahan tidak puas dengan kondisi rumah yang ada. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peningkatan yang dilakukan, dimana hanya 15% saja yang tidak melakukan peningkatan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari komponen yang ditingkatkan, dari biaya yang dikeluarkan serta dari waktu peningkatan. Peningkatan yang dilakukan kebanyakan telah memanfaatkan lebih dari 60% lahannya untuk bangunan rumah, bahkan dalam, waktu yang singikat tersebut dari hasil observasi, rata-rata 8% penghuni telah memanfaatkan lebih dari 80% luas lahannya. Selain itu dari peningkaan yang dilakukan terdapat pola dimana makin meningkat jumlah anggota keluarga dan penghasilan, maka cenderung makin banyak komponen yang ditingkatkan, demikian juga dengan biaya yang dikeluarkan dan waktu peningkatan. Untuk mengatasi kesiapan masyarakat dalam menghuni rumahnya, pemerintah atau pihak yang terkait dalam pembangunan perumahan perlu mengadakan penyuluhan dan bimbingan agar peningkatan kondisi rumah yang dilakukan dapat lebih terkendali dan efesien dari segi biaya, waktu, serta bahan bangunan yang digunakan.