PENENTUAN WILAYAH PRIORITAS PENGEMBANGAN KOMODITI PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI WILAYAH CIANJUR SELATAN
Pertanian tanaman pangan merupakan sub sector potensial di Wilayah Cianjur Selatan, tetapi lahan pertanian di setiap kecamatan wilayah ini belum dimanfaatkan secara optirnal. Arahan kawasan budidaya pertanian yang terdapat dalam peta kebijaksanaan tata ruang Kabupaten DT II Cianjur tidak mengidentifikasikan arahan kawasan secara lebih spesifik. maka dari itu perlu kajian kesesuaian lahan untuk rnenginformasikan kawasan-kawasan yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan pengembangan komoditi pertanian tanaman pangan yang sesuai dengan kemampuan fisik dan arahan RT/RW. Produksi kornoditi pertanian tanaman pangan di wilayah ini masih dapat ditingkatkan, karena ketersediaan sumber daya lahan masih sangat besar
dan belurn dimanfaatkan seluruhnya, sehingga masih dapat dilakukan langkah usaha pencetakan lahan-lahan pertanian baru untuk memperluas lahan pertanian.
Berdasarkan permasalahan di atas, tujuan dari studi ini adalah untuk menentukan wilayah prioritas pengembang komoditi pertanian tanaman pangan di Wilayah Cianjur Selatan, yang ditinjau dari ketiga analisis yang dikaji, yaitu:
1. Analisis kesesuaian lahan pertanian berdasarkan kriteria fisik dasar dan arahan RT/RW, mengidentifikasi kawasan pertanian lahan basah untuk komoditi padi, pertanian lahan kering untuk kornoditi palawija, dan kebun campuran untuk komoditi buah-buahan. Analisis menggunakan metode analisis superimpose dengan bantuan Sistem Informasi Geografis, menumpang tindihkan empat peta fisik dasar (kemiringan, ketinggian, tekstur. kedalaman efektif tanah), dan peta arahan RT/RW (Kebijaksanaan Tata Ruang Kabupaten DT II Cianlur).
2. Analisis potensi komoditi, mengidentifikasi komoditi yang menjadi andalan setiap kecamatan, yaitu komoditi yang rnemiliki perturnbuhan cepat, keuntungan lokasional positif, dan peningkatan produktivitas dan produksi tahun 1995-1997. Analisis menggunakan metode shift share terhadap data produksi setiap kornoditi selama periode dua tahun tersebut.
3. Analisis potensi aksesibilitas jaringan jalan sebagai pendukung kegiatan ekonomi pertanian di setiap kecamatan, ditinjau dari ketersediaan sarana dan prasarana transportasi. Analisis menggunakan dua pendekatan penilaian, pertama penilaian hirarki akses berdasarkan ketersediaan sarana menggunakan pembobotan skalogtam Guttman. Kedua, penilaian kelas akses berdasarkan ketersediaan prasarana menggunakan metode penilaian dan pembobotan (weighting and skoring) yang ditentukan berdasarkan asumsi sendiri.
Penentuan wilayah prioritas tidak menentukan wilayah tertentu yang memiliki potensi paling besar dan merupakan wilayah paling potensial untuk terlebih dahulu dikembangkan. Sebab studi ini berdasarkan asumsi bahwa seluruh kecamatan memiliki potensi peluang pengembangan yang sama, sehingga tidak ditentukan wrlayah kecamatan tertentu yang harus dikembangkan terlebih dahulu. Wilayah prioritas vang ditentukan, merupakan bagian wilayah kecamatan. Misalnya, wilayah bagian utara,
tirnur dan barat Kecamatan Sindangbarang merupakan wilayah prioritas pengembangan kornoditi padi, karena lokasi pengembangan tersebut merniliki potensi-potensi yang dapat mendukung kegiatan pertanian wilayahnya, seperti terletak di sekitar sungai sehingga system pengairannya mudah, atau lokasi tersebut dilalui jaringan jalan yang
berakses baik sehingga menunjang kegiatan produksi dan distribusi pertaniannya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (1999).PENENTUAN WILAYAH PRIORITAS PENGEMBANGAN KOMODITI PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI WILAYAH CIANJUR SELATAN ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PENENTUAN WILAYAH PRIORITAS PENGEMBANGAN KOMODITI PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI WILAYAH CIANJUR SELATAN ().Teknik Planologi:FTSP,1999.Text
MLA Style
.PENENTUAN WILAYAH PRIORITAS PENGEMBANGAN KOMODITI PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI WILAYAH CIANJUR SELATAN ().Teknik Planologi:FTSP,1999.Text
Turabian Style
.PENENTUAN WILAYAH PRIORITAS PENGEMBANGAN KOMODITI PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI WILAYAH CIANJUR SELATAN ().Teknik Planologi:FTSP,1999.Text