IDENTIFIKASI KINERJA BUS KOTA DAMRI PASCA KENAIKAN TARIF
Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia membawa dampak bagi seluruh bidang/sektor kegiatan. Melemahnya nilai mata uang Rupiah terhadap mata uang Dollar menyebabkan kenaikan harga-harga di pasaran. Ahibat dari krisis ekonomi ini, khususnya untuk sektor transportasi jenis angkutan umum mengalami kelesuan dan penurunan produktifitas yang disebabkan oleh tingginya biaya operasi untuk kendaraan (suku cadang, ban, peluman, sdb.). kondisi tersebut semakin diperburuk dengan terjadinya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu cara untuk mengatasi kelesuan tersebut adalah dengan menaikkan ongkos/tarif angkutan umum. Perum Damri sebagai sarana penyedia angkutan umum yang bersifat massal di Kota Bandung secara finansial mengalami kerugian yang disebabkan karenakenaikan harga suku cadang dan BBM tidak diimbangi dengan kenaikan tarif bus kota, sedangkan untuk angkutan umum jenis lainnya di Kota Bandung terlah mengalami kenaikan tarif. Akibatnya pelayanan yang dapat diberikan kepada para pengguna jasanya semakin menurun. Setelah berjalan selama kurang lebih dua tahun dari terjadinyakrisis ekonomi, maka tarif angkutan bus kota ini dinaikan sebesar 50% dari tarif semula (disesuaikan dengan kenaikan BBM), yaitu dari Rp. 300,- menjadi Rp. 450,- per penumpang untuk umum, dan dari Rp. 100,- menjadi Rp. 150,- per penumpang untuk pelajar dan mahasiswa. Adanya kenaikan tarif ini diharapkan Perum Damri dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanannya terhadap masyarakat pengguna jasa angkutan ini.
Setelah terjadinya kenaikan tarif, pada rute-rute bis kota tertentumasih sering terjadi over capacity penumpang yang berjejalan, terutama pada jam-jam sibuk, hal tersebut akan mempengaruhi terhadap tingkat kenyamanan dalam menggunakan bus kota, maka dengan kondisi pelayanan yang demikian diperlukan suatu penelaahan terhadap gambaran kondisi kinerja angkutan bus kota Damri.
Bertolak dari permasalahan tersebut maka tujuan dari studi ini adalah “Mengidentifikasi kinerja Damri Pasca kenaikkan tarif bus kota (meningkat, tetap, atau menurun), melalui penilaiaian terhadap tingkat pelayanan bus kota dan tanggapan/persepsi dari penumpang terhadap perubahan tingkat pelayanan yang dirasakan”.
Metode analisis yang digunakan dalam studi ini antara lain perhitungan rugi laba Perum Damri, perhitungan pelayanan untuk mengetahui tingkat pelayanan bus kota sebelum dan sesudah kenaikan tarif, analisis tabulasi silang untuk mengetahui hubungan antara persepsi penumpang terhadap tingkat pelayanan dengan karakteristik sosial ekonomi penumpang.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi sesudah kenaikan tarif bus kota secara finansial Perum Damri memperoleh keuntungan, secara penilaian pelauanan, kinrja Damri pasca kenaikan tarif ditinjau dari sistem penyediaan mulai mengalami peningkatan (tingkat kepadatan, kapasitas pelayanan, dan tingkat pengisian). Persepsi penumpang terhadap tingkat pelayanan bus kota saat ini dibandingkan dengan sebelum kenaikan tarif menyatakan bahwa kinerja Damri tidak mengalami perubahan, yang meliputi ongkos, waktu tempuh, dan tingkat kenyamanan. Sedangkan penilaian penumpang terhadap tingkat pelayanan Damri saat ini (ongkos, waktu tempuh, kenyamanan) yaitu sebagian besar menyatakan sedang/cukup, sedangkan untuk waktu tunggu bus kota adalah cukup lama dan tingkat keamanan dengan menggunakan bus kota adalah aman.
Berdasarkan analisis tabulasi silang, antara persepsi terhadap tingkat pelayanan dengan karakteristik sosial ekonomi penumpang, memiliki keterkaitan yang lemah, kecuali persepsi terhadap ongkos/tarif bus kota dengan karakteristik penumpang berdasarkan golongan pendapatan memiliki keterkaitan.korelasi yang kuat.
Rekomendasi yang dapat diberikan bagi peningkatan pelayanan bus kota Damri dalam mencapai kenyamanan (mutu dan kualitas) yang baik yaitu penambahan jumlah armada bus kota, yang dikaitkan dengan tingkat pengisian (load faktor bus kota > 70%), peremajaan (memperbarui) kendaraan bus kota yang telah berumur lebih dari 10 tahun dan Pemerintah /pihak Damri dalam menentukan besaran tarif/ongkos yang akan ditetapkan dapat memperhatikan kemampuan dari golongan pendapatan penumpang karena berdasarkan analisis tabulasi silang memiliki keterkaitan yang kuat.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2000).IDENTIFIKASI KINERJA BUS KOTA DAMRI PASCA KENAIKAN TARIF ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI KINERJA BUS KOTA DAMRI PASCA KENAIKAN TARIF ().Teknik Planologi:FTSP,2000.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI KINERJA BUS KOTA DAMRI PASCA KENAIKAN TARIF ().Teknik Planologi:FTSP,2000.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI KINERJA BUS KOTA DAMRI PASCA KENAIKAN TARIF ().Teknik Planologi:FTSP,2000.Text