// <![CDATA[IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PEDAGANG KAKI LIMA DALAM RANGKA PENANGANAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA BANDUNG]]> SUSI NURDIANI / 2495009 Dosen Pembimbing 1 Akhmad Setiobudhi, Ir.,M.T Dr. Sadar Yuni Raharjo, Ir., M.T LINLIN HERLINA/ 2495013 I MADE ADIKAMPANA/ 2495036 Penulis
Pertumbuhan dan perkembangan penduduk di Kota Bandung yang cepat mengakibatkan kebutuhan di berbagai sektor kegiatan masyarakat, salah satunya penyediaan lapangan pekerjaan yang berrsifat formasl. Lapangan pekerjaan yang bersifat formal keberadaannya sangat terbatas, sehingga sebagai salah satu alternatif lapangan pekerjaan adalah ketiatan sektor informal, yang diantaranya adalah pedagang kaki lima. Perkembangan pedangang kaki lima di Kota Bandung cukup tinggi, yang diakibatkan oleh arus urbanisasi yang tinggi dan terjadinya krisis moneter yang berkepanjangan. Berdasarkan latar belakang tersebut timbul permasalahan yang diakibatkan oleh keberadaan pedangang kaki lima, seperti kebersihan dan keindahan kota semakin berkurang, lokasi pedagang kaki lima yang menggunakan lahan yang bukan peruntukannya, sehingga menimbulkan kesemrautan dan jumlah pedagang kaki lima yang besar menimbukan masalah kependudukan dan administrasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengkaji keberadaan kaki lima sebagai sektor informal di kota Bandung dengan cara mengidentifikasi karakteristik serta memberikan rekomendasi sebagai masukan dalam rangka pengembangan keberadaan pedagang kaki lima di Kota Bandung ditinjau dari aspek sosial, ekonomi dan spasial. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui langkah-langkah dengan sasaran sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi karakteristik latar belakang sosial pedangang kaki lima serta mengetahui pengaruh sosial keberadaan pedagang kaki lima terhadap Kota Bandung. 2. Mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha pedagang kaki lima berdasarkan karakteristik pedangang kaki lima serta mengetahui peran pedagang kaki lima terhadap perekonomian Kota Bandung. 3. Mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempunyai hubungan dengan pemilihan lokasi pedangang kaki lima berdasarkan karakteristik pedagang kaki lima di Kota Bandung serta penentuan batas ambang maksimal penggunaan lahan usaha pedagang kaki lima dan perkiraan skala pelayanan lokasi pedagang kaki lima. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut dapat dicapai dengan menggunakan analisis korelasi, analisis perbandingan, analisis kualitatif deskriptif, perhitungan luas lahan dan analisa penilaian dan pembobotan. Hasil yang diperoleh dari studi ini: 1. Pekerjaan pedagang kaki lima di Kota Bandung didominasi oleh penduduk yang berusia produktif, berpendidikan rendah dan mempunyai tanggungan keluarga yang besar.pedagang kaki lima mempunyai potensi dalam bidang penyerapan tenaga kerja dan salah satu alternatif dalam pemecahan tingkat urbanisasi yang tinggi. Selain itu jumlah pedagang kaki lima yang semakin meningkat dari tahun ke tahun akan menimbulkan permasalahan khususnya terhadap penyediaan kebutuhan lahan. 2. Pendapatan pedangang kaki lima dipengaruhi oleh faktor jenis barang dagang dan hari banyaknya dikunjungi pembeli. Sedangkan besarnya modal hanya dipengaruhi oleh frekuensi pengembalian barang. Keberadaan pedagang kaki lima berpotensi dalam memberikan kontribusi terhadap PAD. Kegiatan usaha pedagang kaki lima juga dapat memenuhi kesejahteraan pedagang. 3. Faktor-faktor yang mempunyai hubungan dengan pemilihan lokasi dagang kaki lima berdasarkan karakteristik pedagang kaki lima di Kota Bandung adalah kecenderungan mendekati kegiatan formal, yaitu pertokoan, pasar, pemukiman penduduk dan terminal., kecenderungan mengelompok atau beraglomerasi, karena adanya keuntungan akibat lokasinya yang berada di daerah perkotaan dan kecenderungan menetap pada satu lokasi akibat dari pendapatan pedagang kaki limayang menetap lebih besar dari pendapatan pedagang kaki lima yang tidak menetap.selain itu dapat dikemukakan juga bahwa pada saat ini penggunaan lahan untuk pedagang kaki lima masih berada di bawah batas ambang maksimal penggunaan lahan usaha pedagang kaki lima dan lokasi-lokasi pedagang kaki lima di Kota Bandung pada umumnya merupakan lokasi dengan skala pelayanan kota. Guna penangan keberadaan pedagang kaki lima di Kota Bandung perlu adanya kerjasama antara pedagang kaki lima, pihak swasta dan pemerintah daerah Kota Bandung.