// <![CDATA[PENGEMBANGAN PARIWISATA KAWASAN WISATA WADUK CIRATA DI KABUPATEN CIANJUR]]> Astridia Fitra Wulandari - 242000064 Penulis Ratna Agustina, ST, MT Dine Fitrianti, ST
Kawasan Waduk Cirata memiliki kawasan wisata yang terdiri dari Calincing dan Jangari. Sesuai dengan rencana pengembangan pariwisata Waduk Cirata yang telah disusun pada tahun 1987 kawasan Waduk Cirata terbagi 4 (empat) Kawasan Pengembangan Pariwisata (KPP), Kawasan Jangari dan Calincing memiliki rencana kegiatan berupa rekreasi alam terbuka, pusat olah raga air, pemancingan dan layang gantung. Kegiatan wisata di kedua kawasan tersebut belum berkembang secara optimal. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya ketersediaan fasilitas, aksesibilitas, atraksi dan promosi di kedua kawasan tersebut sehingga menyebabkan kawasan ini tidak menarik untuk dikunjungi. Pemerintah telah membuat suatu rencana pengembangan. Namun hingga saat ini rencana tersebut belum dapat terealisasikan disebabkan oleh dana yang terbatas. Maka dari itu perlu dibuat suatu prioritas pengembangan pariwisata dari faktor-faktor tersebut di Kawasan Waduk Cirata ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah membuat prioritas pengembangan pariwisata di Kawasan Waduk Cirata. Sehingga tersusun langkah-langkah pengembangan Kawasan Wisata Waduk Cirata sesuai dengan tingkat kepentingannya agar dapat dibuat suatu arahan pengembangan Kawasan Wisata Waduk Cirata. Pada analisis dilakukan tahapan analisis berdasarkan faktor pengembangan pariwisata melalui Analytical Hierarchy Proses (AHP). Analisis ini dilakukan untuk mengetahui faktor mana yang lebih diprioritaskan dalam pengembangannya. Adapun urutan prioritas pengembangan di Kawasan Wisata Jangari yaitu fasilitas wisata, atraksi wisata, aksesibilitas dan promosi. Sedangkan di Kawasan Wisata Calincing yaitu Aksesibilitas, fasilitas wisata, atraksi wisata dan promosi. Setelah tersususunnya prioritas pengembangan faktor pariwisata, maka dilihat pula rencana pengembangan yang diinginkan dan kondisi saat ini di Kawasan Waduk Cirata yang kemudian dapat dibuat arahan pengembangan di kedua kawasan tersebut sesuai dengan prioritas pengembangan pariwisata.