POTENSI SEKTOR PERDAGANGAN SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN DI KOTA CIANJUR
Penerapan Otonomi Daerah yang sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 telah mengarahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk dapat mengakomodasi setiap kepentingan kabupaten dan kota. Upaya Pemprov Jawa Barat untuk menyelaraskan dan mengkoordinasikan segala kepentingan tersebut telah memunculkan beberapa arahan program kebijakan yang salah satunya adalah menetapkan Kota Cianjur sebagai Pusat Kegiatan Wilayah. Hal ini mengakibatkan Kota Cianjur memiliki peran yang lebih tinggi di antara daerah-daerah lainnya di Kabupaten Cianjur. Upaya Pemprov Jabar telah memberi arahan kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk meningkatkan peran Kota Cianjur yang terwujud dalam pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan dengan arahan menuju pusat pertumbuhan yang terkonsentrasi oleh kegiatan perdagangan.
Pengembangan pusat pertumbuhan bagi Kota Cianjur akan mengarah kepada dua ciri perkembangan, yakni adanya kegiatan koleksi dan distribusi dan adanya prioritas terhadap pengembangan sektor yang terkonsentrasi. Hal ini tentunya harus didukung oleh pertumbuhan penduduk, kemudahan akses, kelengkapan fasilitas serta posisi wilayahnya dan peran pusat pertumbuhan harus mempertimbangkan kekuatan perekonomian sebagai kegiatan utama di dalamnya terdapat sektor-sektor yang berpotensi tinggi agar dapat memberikan peran kota yang sesuai dengan pusat kegiatan. Dengan demikian, kondisi pengembangan tersebut memunculkan dugaan bahwa kegiatan perdagangan berpotensi meningkatkan peran Kota Cianjur sebagai pusat pertumbuhan dalam skala wilayah Kabupaten Cianjur.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi sektor perdagangan Kota Cianjur sebagai penunjang peran pusat pertumbuhan di Kota Cianjur. Beberapa sasaran penelitian yang dicapai adalah (1) mengidentifikasi potensi sektor perdagangan di Kota Cianjur berdasarkan kriteria potensi sektor ekonomi dan (2) mengetahui perkembangan sektor perdagangan di Kota Cianjur sebagai penunjang peran pusat pertumbuhan. Kajian penelitian menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif dengan tahapan analisis meliputi: pertama, mengidentifikasi potensi ekonomi sektor perdagangan yang dilihat dari analisis laju pertumbuhan ekonomi, kontribusi, location quotient, shift–share dan produktivitas tenaga kerja dan kedua, mengetahui potensi sektor perdagangan sebagai penunjang peran pusat pertumbuhan yang dilihat oleh kegiatan aliran barang dan daya tarik yang menunjukkan konsentrasi geografis dan pendorongan daerah belakangnya.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa potensi sektor perdagangan dapat menunjang peran pusat pertumbuhan di Kota Cianjur, sehingga upaya Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk meningkatkan peran Kota Cianjur memiliki kegiatan perdagangan yang berpotensi dan mampu menstimulasi kehidupan ekonomi baik ke dalam maupun ke luar. Keadaan ini ditunjang oleh kondisi sektor perdagangan yang berpotensi dan memperlihatkan ciri konsentrasi geografis dan pendorongan daerah belakangnya. Berdasarkan hasil penelitian, maka rekomendasi yang dapat dikemukakan adalah perlunya pengembangan sektor ekonomi lainnya untuk menghasilkan perekonomian yang optimal dan pemanfaatan kegiatan pusat pertumbuhan oleh sektor lainnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2007).POTENSI SEKTOR PERDAGANGAN SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN DI KOTA CIANJUR ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.POTENSI SEKTOR PERDAGANGAN SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN DI KOTA CIANJUR ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text
MLA Style
.POTENSI SEKTOR PERDAGANGAN SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN DI KOTA CIANJUR ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text
Turabian Style
.POTENSI SEKTOR PERDAGANGAN SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN DI KOTA CIANJUR ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text