// <![CDATA[POTENSI RUANG PUBLIK PADA RUANG TERBUKA HIJAU TAMAN DI KOTA SEMARANG]]> Rini Widiastuti - 242002001 Penulis Widya Suryadini, ST, MT R. Pekik Ginong P, ST,MT
Taman memiliki potensi ruang publik untuk menampung aktivitas masyarakat. Menurut Laurie (1994:92-102), perancangan (taman), berkenaan dengan 3 kategori faktor-faktor, yaitu fisik, psikologis, dan fisiologis. Kota Semarang memiliki banyak taman, namun tidak semuanya menimbulkan minat masyarakat untuk menggunakannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi ruang publik pada ruang terbuka hijau taman di Semarang ditinjau dari faktor internal taman yaitu elemen fisik tak terukur, elemen psikologis, dan elemen fisiologis, serta faktor eksternal taman. Hipotesis (Ho) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu taman-taman aktif memiliki potensi ruang publik, dan sebaliknya taman-taman pasif tidak memiliki potensi ruang publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menilai faktor eksternal taman, internal taman dengan metode skoring dan analisis multi diskriminan. Variabel terikat dalam analisis multi diskriminan adalah jenis taman yaitu taman aktif dan taman pasif, sedangkan variabel bebasnya yaitu elemen fisik tak terukur, elemen psikologis, dan elemen fisiologis. Hasil analisis multi diskriminan yang dihasilkan yaitu faktor yang menjadi pembeda yang mempengaruhi potensi ruang publik, taman-taman yang berpotensi ruang publik, dan taman-taman yang salah klasifikasi. Adanya taman yang salah klasifikasi tersebut memberikan informasi bahwa hipotesis (Ho) ditolak karena tidak semua taman aktif memiliki potensi ruang publik begitu pula sebaliknya. Taman aktif yang tidak berpotensi ruang publik yaitu Taman Halmahera dan taman pasif yang berpotensi ruang publik yaitu Taman Imam Barjo. Kesalahan klasifikasi tersebut disebabkan karena faktor internal taman, karena dari tinjauan aksternal taman ternyata karakter eksternal pada masing-masing taman yang salah klasifikasi sama seperti karakteristik eksternal taman pada grupnya masing-masing.