// <![CDATA[ARAHAN PENGELOLAAN PESISIR KECAMATAN BLANAKAN]]> Amanda Pritasari - 242002055 Penulis DR. Wanjat Kastolani, M.Sc. Wida Supardi, S.T
Wilayah pesisir merupakan daerah peralihan darat dan laut yang memiliki daya dukung yang sangat tinggi. Pesatnya pembangunan dan laju pertumbuhan penduduk di sepanjang pesisir, khususnya pesisir utara Jawa Barat menimbulkan gangguan terhadap lingkungan yang menyebabkan terganggunya keseimbangan alam kawasan pesisir dan sekitarnya. Salah satunya adalah pesisir Blanakan yang terletak di Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar, baik perikanan laut maupun tambak Dengan semakin pesatnya kegiatan perikanan di wilayah tersebut, maka menjadi suatu daya tarik bagi penduduk setempat. Sebagai nelayan mereka sangat tergantung kepada kondisi perairan pesisir dan keberadaan hutan mangrove. Mereka membutuhkan lahan untuk lokasi tambak. Rusaknya hutan mangrove akan menimbulkan dampak negatif baik bagi masyarakat itu sendiri maupun keseimbangan ekosistem pesisir secara keseluruhan. Oleh karena itu untuk mencegah dampak yang ada menjadi lebih luas lagi maka diperlukan suatu arahan pengelolaan pesisir Blanakan yang terpadu dan berkelanjutan. Sejalan dengan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah merumuskan arahan pengelolaan pesisir yang tepat berdasarkan fungsi-fungsinya yang mencakup aspek kebijakan meliputi aturan yang berkaitan dalam proses pengelolaan pesisir dan kelestarian hutan mangrove sebagai kawasan lindung, aspek fungsional yang meliputi identifikasi faktor-faktor fisik dasar, fisik buatan, dan penetapan klasifikasi kawasan budidaya dan konservasi sesuai dengan standar kriteria pengelolaan kawasan pesisir secara makro, dan aspek sosial budaya yang meliputi kependudukan, sistem mata pencaharian, sistem teknologi yang dipakai, kesenian,pariwisata dan sistem sosial Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif yaitu metode yang memaparkan secara sistematis, aktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu dengan teknik overlay (tumpang susun). Teknik overlay (tumpang susun) merupakan suatu cara penganalisisan data yang didasarkan pada penggunaan lahan, dan sumberdaya alam. Teknik overlay memungkinkan berbagai informasi dapat dilihat lagi dan digabung. Cakupan aplikasi overlay dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, menggunakan peta dengan skala menengah dan kecil Akhirnya, dengan adanya studi ini diharapkan potensi pesisir yang ada dapat lebih digali dan dioptimalkan melalui penzonasian pesisir Kecamatan Blanakan, sehingga kesejahteraan masyarakatnya dapat meningkat dan kelestarian ekosistem pesisir dapat terjaga. Rekomendasi yang diusulkan Pengelolaan tambak yang diarahkan pada pengelolaan yang ramah lingkungan (silvofishery) serta intesifikasi tambak dengan dibuat sistem yang baik untuk saluran irigasi tambak. Peningkatan pelayanan TPI untuk mendukung kegiatan penikanan di Kecamatan Blanakan, Peningkatan pendidikan masyarakat, agar kesejahteraannya meningkat. Pengenalan teknologi yang modern kepada nelayan dan petani, agar hasil yang didapatkan lebih optimal. Pembangunan sarana penunjang kebutuhan masyarakat agar dapat lebih berkembang.