// <![CDATA[DAMPAK KEGIATAN INDUSTRI KERAJINAN ANYAMAN PANDAN SEBAGAI KEGIATAN EKONOMI LOKAL (STUDI KASUS DI KECAMATAN RAJAPOLAH KAB. TASIKMALAYA)]]> Erie Yogaswara - 241998037 Penulis Akhmad Setiobudi,Ir,MT Dosen Pembimbing 1 Wida Supardi,ST Dosen Pembimbing 2
Kegiatan skala menengah dan kecil merupakan kegiatan non-pertanian terbesar yang cenderung menggunakan sumber daya domestik dan memiliki fleksibilitas tinggi sehingga dapat memperkuat struktur perekonomian wilayah, di samping berperan dalam proses pengurangan pengangguran dan kemiskinan. Pertumbuhan industri kerajinan anyaman pandan di Kecamatan Rajapolah dalam kenyataanya belum tentu dapat dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat di Kecamatan Rajapolah. Bila industri kerajinan anyaman pandan yang terus bertambah tidak memiliki keterkaitan dengan sektor-sektor ekonomi lokal di Kecamatan Rajapolah maka pertumbuhan industri kerajinan anyaman pandan akan relatif kurang mendukung pengembangan ekonomi lokal di daerah tersebut, karena dampak dari kegiatan industri kerajinan anyaman pandan terhadap ekonomi lokal sangat terbatas. Berdasarkan hal tersebut penulis melakukan Studi ini yang bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dari kegiatan industri kerajinan anyaman pandan di Kecamatan Rajapolah sebagai kegiatan ekonomi lokal. Untuk mengetahui dampak kegiatan industri kerajinan anyaman pandan sebagai kegiatan ekonomi lokal di Kecamatan Rajapolah. dilakukan dengan analisis deskriptif, yaitu indentifikasi kegiatan industri kerajinan anyaman pandan sebagai kegiatan ekonomi lokal, analisis terhadap potensi pengembangan industri kerajinan anyaman pandan dan analisis dampak kegiatan industri kerajinan anyaman pandan sebagai kegiatan ekonomi lokal di Kecamatan Rajapolah. Hasil yang didapat bahwa kegiatan industri kerajinan anyaman pandan relatif kuat dalam mendukung sebagai kegiatan ekonomi lokal di Kecamatan Rajapolah, pertumbuhan produksi kegiatan industri anyaman yang terus meningkat dan mengakibatkan pertumbuhan jumlah unit industri anyaman pandan pun terus bertambah. Meskipun keterkaian kebelakang industri anyaman pandan yang rendah tetapi keberadaan industri telah membuat suatu usaha baru bagi masyarakat menjadi agen yang menjual bahan baku. Keterkaitan kedepan industri anyaman pandan terhadap sektor jasa yaitu ruang pamer (Showroom) mengalami pertumbuhan juga mengakibatkan terdapatnya kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat yaitu usaha-usaha yang dilakukan masyarakat setempat. Selain itu penyerapan tenaga kerja sebagai tenaga kerja dalam kegiatan industri kerajinan anyaman pandan berkontribusi dalam menyerap jumlah pengangguran dan jumlah kepala keluarga (KK) yang berpenghasilan rendah di Kecamatan Rajapolah. Pendapatan yang didapat oleh tenaga kerja telah sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Hal tersebut berarti bahwa pendapatan yang didapat tenaga kerja industri telah dapat memenuhi standar kebutuhan hidup sehari-hari dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.