// <![CDATA[ARAHAN PEMANFAATAN GUNA LAHAN DAS CIKAPUNDUNG BERDASARKAN ANALISIS DEBIT ALIRAN.]]> RIZA ARIF FACHRIADI / 24.1998.007 / PL Penulis Akhmad Setiobudi, Ir, MT. Zulfadly Urusi, S.T.
Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan kesatuan ekosistem dimana jasad hidup dan lingkungannya berinteraksi secara dinamik dan terdapat saling ketergantungan (interdependensi) komponen-komponen penyusunnya. Strategi guna lahan DAS merupakan pengelolaan sumberdaya air dengan tujuan untuk menstabilkan keadaan debit air DAS, agar dapat mewujudkan kuantitas kontinuitas air (water yield) untuk kepentingan kegiatan masyarakat. Keberhasilan pengelolaan DAS salah satunya dengan memperkecil fluktuasi debit. Oleh kerena itu, upayaupaya menstabilkan besaran debit air perlu dilakukan secara terintegrasi dengan usaha pengembangan strategi gunalahan yang harus dilaksanakan secara simultan. Pertumbuhan dan perkembangan penduduk yang cukup pesat menyebabkan peningkatan kebutuhan manusia akan sumber daya air. Pemenuhan kebutuhan penduduk akan menyebabkan eksploitasi sumber daya air secara berlebihan yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Tekanan penduduk terhadap kebutuhan lahan baik untuk kegiatan pertanian, perumahan, industri, rekreasi, maupun kegiatan lain menyebabkan perubahan penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan yang paling besar pengaruhnya terhadap kelestarian sumberdaya air adalah perubahan dari kawasan hutan ke penggunaan lainnya seperti, pertanian, perumahan ataupun industri, menyebabkan kelebihan air (banjir) pada saat musim hujan dan kekeringan pada saat musim kemarau. Hal ini disebabkan karena perubahan penggunaan lahan yang tidak bijaksana (tidak disertai penanganan tindakan konservasi), sehingga hujan yang jatuh sebagian besar akan menjadi aliran permukaan (Run-Off). Sungai cikapundung sebagai salah satu sumber daya air yang cukup besar yang dimiliki Kota Bandung juga memberikan andil dalam mengakomodasikan kebutuhan air yang cukup besar terhadap supply air Kota Bandung. Pesatnya perkembangan lahan produktif Kota Bandung menyebabkan sungai ini mengalami perubahan fungsi sehingga mengakibatan terjadinya perubahan perilaku dan fungsi air permukaan. Seiring dengan hal tersebut bertambahnya jumlah penduduk berbanding lurus dengan kenaikan pembangunan fisik/fasilitas yang meningkat, kebutuhan akan air pun meningkat. Hasil analisis membuktikan pada kurun waktu penghujan DAS cikapundung mengalami kelebihan aliran air dilihat dari aliran air yang tinggi (Kapasitas sungai menurun). Sedangkan pada kurun waktu kemarau DAS Cikapundung angka debit air tidak mencukupi kebutuhan berbagai kepentingan kegiatan. Hasil analisis pun membuktikan bahwa seiring pertambahannya jumlah penduduk bertambah pula angka debit DAS. Faktor penyebabnya adalah bahwa pertambahan penduduk berbanding lurus dengan bertambahnya lahan permukiman sehingga lahan lain sebagai daerah resapan guna memperkecil run-off berkurang. Sesuai dengan tujuan studi yaitu menyusun strategi gunalahan DAS Cikapundung, maka hasil perhitungan debit per Sub-DAS dari DAS Cikapundung di bandingkan dengan karakteristik bagian DAS yaitu Hulu-Tengah-Hilir, sehingga dapat dirumuskan strategi gunalahan DAS Cikapundung. Pada dasarnya strategi gunalahan mengacu pada aspek menekan besaran debit dan memanfaatkan besarnya debit guna musim kemarau.