// <![CDATA[EVALUASI PENDUKUNG PELAYANAN SUB TERMINAL DI KOTA BANDUNG.]]> R. ZAQI DEAS WIDODO NAROTAMA / 24.2001.028 / PL Penulis
Kota Bandung merupakan salah satu kota yang sangat cepat pertumbuhan penduduknya. Pertumbuhan yang cukup tinggi memberi beban pada fasilitas perkotaan, salah satunya prasarana perangkutan. Pada saat ini Kota Bandung yang melakukan pergerakkan sehari-hari dengan menggunakan angkutan umum dilayani oleh berbagai macam moda angkutan, diantaranya bus kota dan angkutan non-bus. Di samping itu untuk angkutan tidak berute dilayani oleh taksi. Dalam rangka untuk mengatur, memantau, dan menyalurkan angkutan penumpang umum, Kota Bandung memiliki dua buah terminal utama, 5 buah sub-terminal, dan beberapa pangkalan. Keberadaan Sub terminal juga tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan terminal utama, karena Sub terminal merupakan terminal yang menampung angkutan umum dalam kota. Maka kualitas pelayanan di dalam Sub terminal merupakan hal yang penting untuk diperhatikan supaya kelangsungan kegiatan di dalam terminal bisa berjalan lancar. Namun hal yang sangat disayangkan ialah kualitas pelayanan di dalam Sub terminal di Kota Bandung ternyata tidak sesuai dengan kriteria terminal yang seharusnya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan mengevaluasi pendukung pelayanan Sub terminal di Kota Bandung, yaitu melihat berdasarkan penyediaan fasilitasnya dengan membandingkan kondisi saat ini dengan kriteria normatif, sehingga diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan fungsi pada terminal tersebut. Setelah mengkaji kesesuaian pendukung pelayanan Sub terminal yang ada saat ini berdasarkan kriteria pelayanan normatif Sub terminal, maka diketahui bahwa kelima Sub terminal di Kota Bandung ini belum memenuhi standar pelayanan suatu terminal. Kondisi Sub terminal di Kota Bandung saat ini tidak dapat menunjang fungsi yang seharusnya, terutama jika didasarkan pada Keputusan Menteri Perhubungan No 31 Tahun 1995 yang menetapkan fasilitas-fasilitas apa saja yang seharusnya disediakan oleh setiap sub terminal ini. luas lahan yang tidak sesuai dengan kebutuhan ruangnya menimbulkan persoalan yang mengurangi pelayanan sub terminal di Kota Bandung, luas dan masing-masing komponen sub terminal jauh lebih kecil dari standar kebutuhan yang harus dipenuhi bahkan terdapat beberapa komponen yang harus ada di sub terminal baik itu Tipe B maupun Tipe C namun tidak dapat disediakan. Akibat dari tidak sesuainya fasilitas yang disediakan dengan kriteria yang seharusnya ini kemudian menyebabkan kualitas pelayanan yang mampu diberikan oleh setiap sub terminal ini menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itulah, perlu dilakukan penambahan/perbaikan prasarana penunjang untuk meningkatkan kualitas pendukung pelayanan sub terminal tersebut agar dapat memberikan manfaat yang optimal, juga perlu melakukan pengaturan headway (jarak antara kendaraan) sehingga tidak lagi terjadi antrian yang terlalu panjang dan menimbulkan kemacetan, serta perlu adanya pengawasan rutin dari petugas Sub terminal agar selalu tercipta ketertiban di dalamnya.