EVALUASI PENDUKUNG PELAYANAN SUB TERMINAL DI KOTA BANDUNG.
Kota Bandung merupakan salah satu kota yang sangat cepat pertumbuhan
penduduknya. Pertumbuhan yang cukup tinggi memberi beban pada fasilitas
perkotaan, salah satunya prasarana perangkutan. Pada saat ini Kota Bandung yang
melakukan pergerakkan sehari-hari dengan menggunakan angkutan umum dilayani
oleh berbagai macam moda angkutan, diantaranya bus kota dan angkutan non-bus.
Di samping itu untuk angkutan tidak berute dilayani oleh taksi. Dalam rangka untuk
mengatur, memantau, dan menyalurkan angkutan penumpang umum, Kota Bandung
memiliki dua buah terminal utama, 5 buah sub-terminal, dan beberapa pangkalan.
Keberadaan Sub terminal juga tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan
terminal utama, karena Sub terminal merupakan terminal yang menampung
angkutan umum dalam kota. Maka kualitas pelayanan di dalam Sub terminal
merupakan hal yang penting untuk diperhatikan supaya kelangsungan kegiatan di
dalam terminal bisa berjalan lancar. Namun hal yang sangat disayangkan ialah
kualitas pelayanan di dalam Sub terminal di Kota Bandung ternyata tidak sesuai
dengan kriteria terminal yang seharusnya.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah
dengan mengevaluasi pendukung pelayanan Sub terminal di Kota Bandung, yaitu
melihat berdasarkan penyediaan fasilitasnya dengan membandingkan kondisi saat
ini dengan kriteria normatif, sehingga diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi
penerapan fungsi pada terminal tersebut.
Setelah mengkaji kesesuaian pendukung pelayanan Sub terminal yang ada
saat ini berdasarkan kriteria pelayanan normatif Sub terminal, maka diketahui
bahwa kelima Sub terminal di Kota Bandung ini belum memenuhi standar pelayanan
suatu terminal. Kondisi Sub terminal di Kota Bandung saat ini tidak dapat
menunjang fungsi yang seharusnya, terutama jika didasarkan pada Keputusan
Menteri Perhubungan No 31 Tahun 1995 yang menetapkan fasilitas-fasilitas apa
saja yang seharusnya disediakan oleh setiap sub terminal ini. luas lahan yang tidak
sesuai dengan kebutuhan ruangnya menimbulkan persoalan yang mengurangi
pelayanan sub terminal di Kota Bandung, luas dan masing-masing komponen sub
terminal jauh lebih kecil dari standar kebutuhan yang harus dipenuhi bahkan
terdapat beberapa komponen yang harus ada di sub terminal baik itu Tipe B maupun
Tipe C namun tidak dapat disediakan. Akibat dari tidak sesuainya fasilitas yang
disediakan dengan kriteria yang seharusnya ini kemudian menyebabkan kualitas
pelayanan yang mampu diberikan oleh setiap sub terminal ini menjadi tidak sesuai
dengan yang diharapkan. Oleh karena itulah, perlu dilakukan
penambahan/perbaikan prasarana penunjang untuk meningkatkan kualitas
pendukung pelayanan sub terminal tersebut agar dapat memberikan manfaat yang
optimal, juga perlu melakukan pengaturan headway (jarak antara kendaraan)
sehingga tidak lagi terjadi antrian yang terlalu panjang dan menimbulkan
kemacetan, serta perlu adanya pengawasan rutin dari petugas Sub terminal agar
selalu tercipta ketertiban di dalamnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2007).EVALUASI PENDUKUNG PELAYANAN SUB TERMINAL DI KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.EVALUASI PENDUKUNG PELAYANAN SUB TERMINAL DI KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text
MLA Style
.EVALUASI PENDUKUNG PELAYANAN SUB TERMINAL DI KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text
Turabian Style
.EVALUASI PENDUKUNG PELAYANAN SUB TERMINAL DI KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text