PENILAIAN KINERJA RUAS JALAN ( STUDI KASUS : JL. RAYA BANJARAN KAB. BANDUNG )
Peran transportasi sangat penting dalam perkembangan suatu wilayah, yang ditunjukkan dengan meningkatnya berbagai aktivitas kegiatan masyarakat. Keberadaan jalan sebagai salah satu sarana transportasi perkotaan, berfungsi penting dalam memberikan pelayanan umum yang bertujuan untuk memperlancar segala kegiatan yang dilakukan oleh masyarakatnya, sehingga ketersediaan pelayanan sarana dan prasarana jalan yang baik akan mendukung perkembangan wilayah tersebut. Pelayanan jalan dalam suatu wilayah tidak selamanya mampu melayani pengguna jalan, terlebih dengan terus meningkatnya jumlah pengguna jalan (volume kendaraan) dengan kapasitas jalan yang tetap. Hal ini akan menimbulkan penurunan kinerja pelayanan jalan seperti kemacetan lalu lintas. Oleh karena itu perkembangan wilayah tidak akan mengalami permasalahan jika diperoleh kinerja pelayanan jalan yang baik.
Kemacetan lalu lintas yang terjadi di Kota Kecamatan Banjaran merupakan bentuk konflik yang menimbulkan permasalahan karena adanya tundaan kendaraan yang mengganggu kelancaran lalu lintas. Tundaan kendaraan ini disebabkan oleh beberapa hal seperti bertumpuknya kendaraan arus lokal maupun regional, masih terdapatnya kendaraan berkecepatan lambat, perilaku supir angkutan kota yang berhenti pada pusat kegiatan dan membelokkan kendaraan pada daerah dengan volume kendaraan tinggi, tingginya gangguan samping seperti PKL dan area bahu jalan yang dijadikan tempat parkir, serta konflik yang terjadi di persimpangan.
Sesuai dengan tujuan studi ini yaitu mengetahui penilaian kinerja ruas jalan di Jalan Raya Banjaran, maka sasaran studi ini yaitu mengidentifikasi kinerja ruas jalan, dan analisis gangguan samping yang menyebabkan penurunan pelayanan kinerja jalan. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei langsung ke lapangan dengan menghitung kapasitas jalan, volume lalu lintas jalan, rasio volume per kapasitas jalan, kecepatan kendaraan, dan tingkat pelayanan.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dalam tiap faktor melahirkan penilaian dalam tiap ruas Jalan Raya Banjaran dan hasilnya diketahui ruas C-D yaitu Ruas Simpang Pasar Barat–Simpang Stasiun yang memiliki ruas ktritis atau paling banyak konflik. Sedangkan faktor gangguan samping yaitu kemacetan di ruas C-D ini akibat gangguan samping yang tinggi yaitu adanya kendaraan lambat (becak, andong, gerobak) merupakan faktor penting penyebab kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Banjaran yang menurunkan pelayanan kinerja jalan sehingga mengakibatkan penurunan kecepatan kendaraan dan antrian kendaraan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2007).PENILAIAN KINERJA RUAS JALAN ( STUDI KASUS : JL. RAYA BANJARAN KAB. BANDUNG ) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PENILAIAN KINERJA RUAS JALAN ( STUDI KASUS : JL. RAYA BANJARAN KAB. BANDUNG ) ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text
MLA Style
.PENILAIAN KINERJA RUAS JALAN ( STUDI KASUS : JL. RAYA BANJARAN KAB. BANDUNG ) ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text
Turabian Style
.PENILAIAN KINERJA RUAS JALAN ( STUDI KASUS : JL. RAYA BANJARAN KAB. BANDUNG ) ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text