// <![CDATA[PENGEMBANGAN ALTERNATIF KONSEP PEDESTRIAN MALL DI KAWASAN ALUN-ALUN KOTA BANDUNG.]]> Widya Suryadini, ST, MT Dosen Pembimbing 1 Amanda Pingkan W, ST, M.Sc Dosen Pembimbing 2 ERLANGGA AMSAL / 24.2000.050 Penulis
Pedestrian Mall ialah suatu konsep penciptaan kawasan yang lebih mengutamakan pejalan kaki dibandingkan dengan kendaraan bermotor. Tujuan utama dari suatu penerapan konsep Pedestrian Mall adalah menciptakan suatu kawasan yang lebih mengutamakan pejalan kaki dibandingkan pengguna kendaraan, namun bagaimanapun juga dibutuhkan suatu skenario yang dapat menguntungkan baik untuk pergerakan lokal atau melintas pejalan kaki, angkutan umum dan parkir. Perkembangan kegiatan komersial pada Kawasan Alun-alun Bandung menjadikan kawasan ini sebagai salah satu pusat perdagangan yang menarik pergerakan cukup besar. Persoalan yang sering terjadi adalah kemacetan lalulintas, penataan parkir kendaraan yang tidak teratur, bercampurnya arus pejalan dan kendaraan, serta keberadaan sektor informal seperti pedagang kaki lima (PKL), merupakan alasan kuat perlunya penataan ulang kawasan ini. Salah satu alternatif penatan ulang kawasan Alun-alun yang diusulkan adalah dengan melalui penerapan Pedestrian Mall dengan tipe Semi Mall di Kawasan Alun-alun Bandung. Tujuan dari studi ini ialah menelaah kemungkinan penerapan konsep Pedestrian Mall dengan tipe Semi Mall di Pusat Kota Bandung. Analisis dilakuan terhadap empat elemen utama pembentukan Semi Mall yaitu Trotoar, Jalan, Parkir dan Angkutan Umum. Analisis terhadap trotoar dan jalan dilakukan untuk mengetahui kondisi kedua elemen tersebut dengan menggunakan LOS (level of service). Analisis perparkiran dilakukan dengan menghitung kemampuan parkir di kawasan studi, dalam analisis ini dilakukan perbandingan petak parkir yang tersedia, baik parkir sisi jalan maupun parkir gedung dengan kebutuhan parkir di kawasan studi, dimana kebutuhan petak parkir dihitung berdasarkan luas lantai terpakai dikawasan studi, sedangkan Analisis terhadap angkutan umum dilakukan dengan melihat ketersediaan angkutan umum yang melayani atau melintasi kawasan studi dan lokasi untuk naik/turun angkutan umum Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa Kawasan Alun-alun Kota Bandung memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi kawasan Pedestrian Mall dengan tipe Semi Mal, tetapi Perlu dilakukan pelebaran trotoar pada kedua sisi jalan di Jalan Dalem Kaum dan Jalan Kepatihan, dengan rata-rata lebar tambahan sekitar 1,5 meter. Pelebaran trotoar dilakukan karena pada masing-masing trotoar di Jalan Kepatihan dan Jalan Dalem Kaum memiliki tingkat pelayanan yang sangat buruk. Dengan dilakukannya pelebaran trotoar selebar 1,5 meter maka ruang yang tersedia bagi pejalan kaki akan semakin besar dan tingkatan pelayanan trotoar pada masing masing trotoar akan berubah menjadi lebih baik. Dengan dilakukannya pelebaran pada kedua sisi trotoar di Jalan Dalem Kaum, maka lebar jalan akan berkurang dan parkir sisi jalan akan berkurang pula. Secara umum ketiga lokasi parkir gedung yang tersedia sudah sangat baik, dengan total SRP yang tersedia berjumlah 903 SRP maka ketersediannya sudah cukup untuk melayani kebutuhan para penggguna kendaraan bermotor yang akan memarkirkan kendaraanya di kawasan Alun-alun Bandung.