// <![CDATA[PENGARUH SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN SUB SEKTOR INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI KERAJINAN DI KABUPATEN GARUT.]]> LESTARI HENDAYANI / 24.2002.003 / PL Penulis Wida Supardi, S.T Yanti Budiyanti, Ir. M Dev Plg
Sektor industri di Indonesia belum dapat berkembang secara merata. Pada dasarnya mayoritas mata pencaharian penduduk Indonesia adalah pertanian, sehingga pertumbuhan sektor industri hanya dapat terlihat jelas di kota-kota besar. Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya ketimpangan yang diakibatkan perbedaan pendapatan yang berasal dari sektor pertanian dan sektor industri. Sektor pertanian sampai saat ini belum mampu meningkatkan perekonomian Kabupaten Garut karena dihadapkan dengan berbagai masalah. Sektor industri di Kabupaten Garut itu sendiri walaupun hanya terdiri dari sub sektor industri kecil dan industri kerajinan, serta kontribusinya yang masih jauh lebih kecil dibanding kontribusi sektor pertanian, namun laju pertumbuhannya adalah yang paling tinggi dibanding sektor lainnya serta mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dengan latarbelakang tersebut, maka untuk mengatasi masalah ketertinggalan Kabupaten Garut diperlukan adanya kerjasama antar sektor, dimana perkembangan pada suatu sektor dapat memacu perkembangan pada sektor lainnya. Dalam hal ini kaitan yang paling sesuai adalah kaitan kerjasama antara sektor pertanian dan sektor industri. Cara terbaik dan termudah untuk mengamati keterkaitan antarsektor adalah menggunakan tabel transaksi dalam metode Input-Output (I-O). Tabel transaksi I-O akan menjadi kerangka dasar bagi analisis-analisis selanjutnya. Setelah diketahui tabel transaksi I-O antar sub sektor, maka dilakukan analisis Forward Linkage (keterkaitan ke depan), Backward Linkage (keterkaitan ke belakang), Employment Multiplier (angka pengganda kesempatan kerja), dan Income Multiplier (angka pengganda pendapatan), untuk mengetahui pengaruh dari sektor pertanian terhadap pengembangan sub sektor idustri kecil dan industri kerajinan di Kabupaten Garut, serta arahan pengembangannya. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa sub sektor perkebunan dan hasil hutan adalah bagian dari sektor pertanian yang paling berpengaruh sebagai pensuplai input bagi sub sekor industri kecil dan industri kerajinan di Kabupaten Garut. Sub sektor industri kecil kimia adalah sub sektor yang paling strategis karena mempunyai hubungan keterkaitan, baik keterkaitan ke depan maupun keterkaitan ke belakang, Selain itu diketahui pula bahwa sub sektor industri tekstil dan barang kulit adalah sub sektor yang harus dapat lebih dikembangkan lagi, karena memiliki keterkaitan ke belakang yang paling tinggi, dan mampu menciptakan kenaikan kesempatan kerja serta kenaikan pendapatan yang paling tinggi dibanding sub sektor lainnya.