PENGARUH SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN SUB SEKTOR INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI KERAJINAN DI KABUPATEN GARUT.
Sektor industri di Indonesia belum dapat berkembang secara merata. Pada
dasarnya mayoritas mata pencaharian penduduk Indonesia adalah pertanian,
sehingga pertumbuhan sektor industri hanya dapat terlihat jelas di kota-kota besar.
Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya ketimpangan yang diakibatkan
perbedaan pendapatan yang berasal dari sektor pertanian dan sektor industri.
Sektor pertanian sampai saat ini belum mampu meningkatkan perekonomian
Kabupaten Garut karena dihadapkan dengan berbagai masalah. Sektor industri di
Kabupaten Garut itu sendiri walaupun hanya terdiri dari sub sektor industri kecil
dan industri kerajinan, serta kontribusinya yang masih jauh lebih kecil dibanding
kontribusi sektor pertanian, namun laju pertumbuhannya adalah yang paling tinggi
dibanding sektor lainnya serta mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dengan
latarbelakang tersebut, maka untuk mengatasi masalah ketertinggalan Kabupaten
Garut diperlukan adanya kerjasama antar sektor, dimana perkembangan pada suatu
sektor dapat memacu perkembangan pada sektor lainnya. Dalam hal ini kaitan yang
paling sesuai adalah kaitan kerjasama antara sektor pertanian dan sektor industri.
Cara terbaik dan termudah untuk mengamati keterkaitan antarsektor adalah
menggunakan tabel transaksi dalam metode Input-Output (I-O). Tabel transaksi I-O
akan menjadi kerangka dasar bagi analisis-analisis selanjutnya. Setelah diketahui
tabel transaksi I-O antar sub sektor, maka dilakukan analisis Forward Linkage
(keterkaitan ke depan), Backward Linkage (keterkaitan ke belakang), Employment
Multiplier (angka pengganda kesempatan kerja), dan Income Multiplier (angka
pengganda pendapatan), untuk mengetahui pengaruh dari sektor pertanian terhadap
pengembangan sub sektor idustri kecil dan industri kerajinan di Kabupaten Garut,
serta arahan pengembangannya.
Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa sub sektor perkebunan dan hasil
hutan adalah bagian dari sektor pertanian yang paling berpengaruh sebagai
pensuplai input bagi sub sekor industri kecil dan industri kerajinan di Kabupaten
Garut. Sub sektor industri kecil kimia adalah sub sektor yang paling strategis karena
mempunyai hubungan keterkaitan, baik keterkaitan ke depan maupun keterkaitan ke
belakang, Selain itu diketahui pula bahwa sub sektor industri tekstil dan barang kulit
adalah sub sektor yang harus dapat lebih dikembangkan lagi, karena memiliki
keterkaitan ke belakang yang paling tinggi, dan mampu menciptakan kenaikan
kesempatan kerja serta kenaikan pendapatan yang paling tinggi dibanding sub
sektor lainnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2007).PENGARUH SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN SUB SEKTOR INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI KERAJINAN DI KABUPATEN GARUT. ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PENGARUH SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN SUB SEKTOR INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI KERAJINAN DI KABUPATEN GARUT. ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text
MLA Style
.PENGARUH SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN SUB SEKTOR INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI KERAJINAN DI KABUPATEN GARUT. ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text
Turabian Style
.PENGARUH SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN SUB SEKTOR INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI KERAJINAN DI KABUPATEN GARUT. ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text