EKSTERNALITAS NEGATIF PENURUNAN KUALITAS LINGKUNGAN TERHADAP PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN AIR.
Lingkungan merupakan aset utama bagi kehidupan umat manusia. Tingginya permintaan sumber daya lingkungan yang tidak bisa didukung oleh ketersediaan dan supply akan mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan. Menurunnya kualitas lingkungan di Kota Bandung diantaranya diakibatkan oleh berkurangnya tutupan lahan pada deerah resapan air. Hal tersebut kemudian menyebabkan dampak yaitu terjadinya penurunan muka air tanah dan penurunan kualitas air permukaan.
Dampak dari penurunan kualitas lingkungan tidak bersifat lokal, tetapi dapat bersifat global. Artinya, pihak-pihak yang tidak terlibat dalam aktivitas yang menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan dapat ikut merasakan akibatnya. Pada kondisi inilah, eksternalitas terjadi. Eksternalitas adalah suatu dampak atau efek samping tindakan yang dilakukan pihak tertentu, yang dirasakan oleh pihak yang lain. Dalam penelitian ini, pihak-pihak yang menjadi penyebab terjadinya dampak (pihak ke 1 dan 2) antara lain pemerintah, developer, dan aktivitas masyarakat. Sedangkan dampak imbasannya dialami oleh pihak ke 3 dan 4 yaitu PDAM sebagai pengelola air bersih dan masyarakat sebagai pengguna air bersih. Sejalan dengan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah menghitung biaya eksternalitas negatif yang ditimbulkan akibat terjadinya penurunan kualitas lingkungan yang mengakibatkan naiknya biaya produksi air bersih oleh PDAM dan masyarakat Kota Bandung.
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode dosis respon digunakan dalam menghitung biaya eksternalitas yang dialami PDAM. Metode ini berdasarkan pada gagasan bahwa penurunan kualitas lingkungan akan mengakibatkan perubahan dalam biaya produksi. Teknik analisis biaya dengan pendekatan biaya ganti digunakan untuk menghitung biaya eksternalitas yang dialami masyarakat. Teknik ini menaksir biaya kerugian atas berkurangnya kualitas lingkungan dengan cara membandingkannya dengan usaha lain dalam memperoleh jasa lingkungan yang sama.
Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya eksternalitas penurunan kualitas lingkungan di Kota Bandung adalah sebesar Rp.360.534.299.205,- per bulan. Pada PDAM, biaya eksternalitas dibagi menjadi dua, yaitu biaya kerugian riil dan biaya kerugian potensial dengan total biaya sebesarRp.360.470.644.891,-. Pada masyarakat biaya eksteralitas adalah sebesar Rp.66.585.981,-. Biaya eksternalitas terbesar pada PDAM adalah biaya penurunan debit air, sedangkan pada masyarakat adalah biaya pendalaman sumur bor. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kedua aspek tersebut memiliki persamaan yaitu berasal dari dampak atas penurunan muka air tanah.
Akhirnya dengan studi ini diharapkan adanya upaya internalisasi atau meminimalisasi dampak agar biaya eksternalitas yang diderita oleh pengelola dan pemakai air bersih tidak bertambah besar di kemudian hari. Rekomendasi yang diusulkan diantaranya adalah pengoptimalan kinerja TKPRD sebagai pengawas dan pengelola kawasan konservasi air Kota Bandung; penataan kembali sistem perizinan, pendalaman dan perubahan konstruksi sumur PDAM; pengoptimalan sumber-sumber air baku potensial; pemanfaatan sumber air alternatif untuk mem-backwash; dan perhitungan tarif yang mempertimbangkan biaya eksternalitas yang dialami masyarakat.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2008).EKSTERNALITAS NEGATIF PENURUNAN KUALITAS LINGKUNGAN TERHADAP PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN AIR. ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.EKSTERNALITAS NEGATIF PENURUNAN KUALITAS LINGKUNGAN TERHADAP PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN AIR. ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text
MLA Style
.EKSTERNALITAS NEGATIF PENURUNAN KUALITAS LINGKUNGAN TERHADAP PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN AIR. ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text
Turabian Style
.EKSTERNALITAS NEGATIF PENURUNAN KUALITAS LINGKUNGAN TERHADAP PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN AIR. ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text