// <![CDATA[NILAI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PUSAT KOTA SIAK SEBAGAI KAWASAN WARISAN BUDAYA.]]> TASIA AURORA / 24.2003.006 / PL Penulis Widya Suryadini, S.T.,M.T.
Penelitian ini berangkat dari sense of place yang dirasakan di Kota Siak Sri Indrapura. Siak Sri Indrapura merupakan suatu kawasan perkotaan dengan sejarah yang unik dan panjang. Kejayaan Siak sebagai sebuah negeri Melayu telah meninggalkan berbagai artefak kebudayaan yang kini masih dapat dilihat. Namun, daya tarik kota ini masih belum mampu memberikan nilai tersendiri baik bagi pendatang maupun bagi masyarakat Siak sendiri. Ada apa dengan masyarakat Siak? Dalam upaya mengembangkan Siak sebagai kawasan pelestarian warisan budaya, maka perlu dilakukan langkah pengenalan terhadap kawasan tersebut. Pengenalan ini terutama sekali dilakukan kepada masyarakat yang berinteraksi secara langsung di dalam kawasan warisan budaya Siak. Penelitian ini diarahkan untuk menelusuri nilai-nilai masyarakat lokal yang dikaitkan dengan konteks pelestarian dalam kawasan warisan budaya. Pemahaman masyarakat Siak terhadap nilai kawasan warisan budaya menjadi penting dalam proses pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian diharapkan nantinya masyarakat peduli akan adanya kawasan warisan budaya di lingkungan mereka dan menyadari arti kawasan tersebut sebagai bagian dari kehidupan ataupun dalam perkembangan suatu kota. Pendekatan yang dilakukan untuk menelusuri nilai-nilai dari masyarakat lokal ini dilakukan dengan pendekatan inventarisasi dan interpretasi terhadap nilai-nilai sosial budaya masyarakat Siak. Hasil interpretasi inilah yang nantinya disusun ke dalam konteks pelestarian. Sejauh mana nilai pemahaman masyarakat terhadap keberadaan kawasan warisan budayanya akan menjadi masukan penting dalam menentukan penerapan kegiatan pelestarian di Kota Siak Sri Indrapura. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan beberapa nilai masyarakat lokal yang seyogyanya dapat digunakan untuk mendukung penerapan dari pengembangan Siak sebagai kawasan warisan budaya. Apabila masyarakat Siak sudah memiliki keterikatan dengan kawasan warisan budaya maka pemahaman akan makna dari kegiatan konservasi itu akan terjadi dengan sendirinya.