// <![CDATA[PENGUKURAN TINGKAT DAYA SAING DAERAH BERDASARKAN VARIABEL PEREKONOMIAN DAERAH, VARIABEL INFRASTRUKTUR DAN SUMBER DAYA ALAM SERTA VARIABEL SUMBER DAYA MANUSIA DI WILAYAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA.]]> RENATO EIRR / 24.2000.002 Penulis AGUS S. / 24.2000.005 Dosen Pembimbing 1 ARYANTO / 24.2000.035
Pengembangan wilayah merupakan suatu kegiatan yang pada saat ini mulai gencar dilakukan oleh seluruh wilayah yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu provinsi di Indonesia memiliki banyak permasalahan-permasalahan yang mendasar yang menyebabkan perkembangannya cenderung lambat. Permasalahanpermasalahan tersebut antara lain adalah disebabkan oleh kurang berkembangnya sumber daya manusia yang diakibatkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan rendahnya kualitas hidup masyarakat serta kurangnya prasarana dan sarana untuk menunjang kesejahteraan masyarakat. Pengukuran tingkat daya saing merupakan salah satu solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas, dimana kegiatan yang dilakukan adalah mengukur tingkat perekonomian daerah, ketersediaan infrastruktur dan sumber daya alam, serta ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing daerah. Ketiga aspek ini dipilih karena memiliki peran yang sangat vital dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat dimana ketersediaan infrastruktur dan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia dapat mempengaruhi tingkat perekonomian dari suatu wilayah. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengukur tingkat daya saing daerah berdasarkan variabel perekonomian daerah, variabel infrastruktur dan sumber daya alam serta variabel sumber daya manusia sehingga diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah yang terjadi di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini, peneliti menggunakan metode proses hirarki analisis (PHA) dalam menganalisis indikator-indikator pada ketiga variabel tersebut yang mempengaruhi tingkat daya saing tiap kabupaten/kota di wilayah studi. Pengukuran tingkat daya saing daerah yang dilakukan menghasilkan kesimpulan bahwa indikator laju pertumbuhan produktivitas sektor pertanian, indikator panjang jalan per luas wilayah dan indikator jumlah penduduk yang bekerja merupakan prioritas pertama dari masing-masing variabel yang ada. Selain itu pengukuran tingkat daya saing menghasilkan Kabupaten Konawe sebagai urutan pertama peringkat daya saing daerah diikuti Kota Kendari yang tidak lain adalah ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara di urutan kedua. Diilihat dari keterkaitan antara tingkat daya saing dengan kebijakan daerah, indikator-indikator yang ada dapat mendukung kebijakan-kebijakan daerah, akan tetapi harus lebih dimanfaatkan agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal terhadap wilayahnya masing-masing sehingga dapat meningkatkan daya saing daerahnya masing-masing. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pengukuran tingkat daya saing yang dilakukan diharapkan dapat memberikan dampak yang positif tidak hanya untuk perkembangan wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara saja, melainkan berdampak juga bagi perkembangan wilayah-wilayah di sekitarnya khususnya di wilayah Indonesia Timur dan wilayah-wilayah di Indonesia pada umumnya.