// <![CDATA[ARAHAN PEMANFAATAN DAN PENGENDALIAN RUANG BERDASARKAN ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DI KAWASAN PESISIR KOTA CIREBON.]]> GILANG WIJAKSHANA / 24.2000.057 / PL Penulis
Kota Cirebon merupakan salah satu kota di Indonesia yang terletak di pesisir Utara Laut Jawa. Seiring dengan perkembangan zaman, Kota Cirebon telah mengalami perkembangan yang cukup pesat dengan dominasi kawasan pesisir sebagai pusat kegiatan. Kawasan pesisir Kota Cirebon berkembang menjadi kawasan pesisir dengan aktivitas pembangunannya cukup tinggi dan pemanfaatan ruangnya yang sangat kompleks yang diindikasikan dengan terjadinya percampuran berbagai kegiatan fungsional. Percampuran berbagai kegiatan ini secara tidak langsung telah mengakibatkan menurunnya kualitas fisik dan lingkungan dan di kawasan pesisir Kota Cirebon. Untuk mengatasi permasalahan yang telah terjadi di kawasan pesisir Kota Cirebon tersebut adalah dengan membuat suatu Rencana Tata Ruang Wilayah Kota yang baik dengan memasukkan kawasan pesisir sebagai bagian dari wilayah yang perlu direncanakan dan ditata serta harus dikembangkan dengan suatu rencana kelola yang menempatkan pola pemanfaatan ruang dan arahan pengembangannya berdasarkan analisis kesesuaian lahan dilihat dari faktor fisik, sosial ekonomi, aksesibilitas, lingkungan, daya dukung sarana dan prasarana umum. Metode analisis yang dipakai dalam studi ada 2 (dua) yaitu metode Overlay dan Metode penilaian (Scoring). Proses analisis kesesuaian lahan yang menggunakan metode overlay adalah pada kesesuaian lahan untuk kawasan pemukiman penduduk. Sedangkan untuk proses analisis kesesuaian lahan yang menggunakan metode scoring adalah pada kesesuaian lahan untuk kawasan pelabuhan umum, pelabuhan perikanan, usaha perikanan (budidaya tambak) dan kawasan konservasi. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa kawasan pesisir Kota Cirebon dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan dan adanya penggunaan lahan eksisting yang kurang sesuai dan tidak sesuai dengan kesesuaian lahan yang seharusnya. Adanya hal seperti inilah yang merupakan penyebab utama perlunya membuat suatu arahan pemanfaatan ruang di kawasan pesisir Kota Cirebon. Arahan pemanfaatan ruang ini disusun berdasarkan tingkat kesesuaian lahan yang diketahui dari hasil analisis kesesuaian lahan. Arahan pemanfaatan ruang berdasarkan tingkat kesesuaian lahan ini akan merumuskan prioritas pengembangan tiap jenis kegiatan pemanfaatan lahan, yaitu prioritas pengembangan I untuk kesesuaian lahan yang sangat sesuai, prioritas pengembangan II untuk kesesuaian lahan yang sesuai, prioritas pengembangan III untuk kesesuaian lahan sesuai bersyarat dan prioritas pengembangan IV (sebaiknya tidak dilakukan pengembangan) untuk kesesuaian lahan yang tidak sesuai. Selain membuat arahan pemanfaatan ruang, hal lain yang perlu dilakukan adalah membuat suatu tindakan pengendalian bagi pemanfaatan lahan eksisting yang dirumuskan berdasarkan tingkatan kesesuaian lahan tiap jenis kegiatan. Tindakan pengendalian ini terbagi beberapa tingkatan yaitu, dipertahankan untuk kesesuaian lahan yang sangat sesuai, dapat dikembangkan untuk kesesuaian lahan yang sesuai, pengembangannya memerlukan ijn penggunaan bersyarat untuk kesesuaian lahan sesuai bersyarat dan perkembangan dihentikan/dilarang untuk kesesuaian lahan yang tidak sesuai.