ARAHAN TINDAKAN PELESTARIAN BANGUNAN DAN KAWASAN BERSEJARAH BENTENG ROTTERDAM DI KOTA MAKASSAR.
Kawasan Benteng Rotterdam merupakan bagian dari kawasan pusat Kota Makassar yang menyimpan banyak kekayaan sejarah. Kawasan ini bernama Fort Rotterdam karena bangunannya didirikan kembali oleh Belanda dan pernah menjadi pusat pertahanan dan pemerintahan Belanda, serta memiliki bentuk yang bergaya dan berarsitektur Eropa pada abad ke 17. Bangunan bersejarah Benteng Rotterdam di Kota Makassar sangat berpotensi jika dilihat dari nilai sejarah, nilai arsitektural, nilai simbolis dan estetika. Benteng Rotterdam yang terdapat di Kota Makassar dapat menjadi pembentuk karakteristik kota yang memiliki ciri khas dan sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik dan objek wisata budaya yang dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat pada umumnya, hanya saja potensi keindahan dan nilai sejarah bangunan dan kawasan bersejarah tersebut belum benar-benar digali dan dimanfaatkan. Akibat belum dimanfaatkan secara menyeluruh, maka saat ini kawasan Benteng Rotterdam telah mengalami gejala penurunan fungsi dan fisik kawasan. Kondisi tersebut memberi dampak terhadap perkembangan Kota Makassar.
Melihat masalah dan dampak penurunan fungsi dan fisik kawasan Benteng Rotterdam ini, maka studi ini bermaksud meningkatkan kembali karakteristik kawasan Benteng Rotterdam. Adapun tujuan studi ini adalah merumuskan arahan tindakan pelestarian kawasan bersejarah Benteng Rotterdam yang mencakup alternatif teknik pelestarian yang akan diterapkan. Dalam menyusun arahan tindakan pelestarian untuk meningkatkan karakteristik kawasan Benteng Rotterdam di Kota Makassar dilakukan dengan 2 tahapan, yang pertama adalah menentukan alternatif tindakan pelestarian yang akan diterapkan pada bangunan bersejarah, yang disusun berdasarkan kriteria-kriteria yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan upaya pelestarian. Kriteria-kriteria pertimbangan yang digunakan adalah kondisi bangunan, perubahan fisik pada bangunan, kecenderungan perubahan fungsi, penguat kawasan di sekitarnya. Selanjutnya yang kedua adalah merumuskan arahan tindakan pelestarian, yang disusun berdasarkan tingkat alternatif tindakan pelestarian yang kesesuaiannya dilihat berdasarkan pengertian teknik pelestarian terhadap bangunan bersejarah.
Dari analisis penilaian tindakan pelestarian dapat disimpulkan bahwa kawasan bersejarah Benteng Rotterdam lebih mudah diingat jika mempunyai karakter visual yang khas dan berbeda dari kawasan lainnya di Kota Makassar. Karakteristik kawasan Benteng Rotterdam dapat ditingkatkan kembali melalui penataan fisik kawasan dan pemanfaatan fungsi kawasan sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah, nilai pendidikan, nilai pariwisata, dan keunikan serta kekhasan bangunan. Hasil penerapan tindakan pelestarian untuk kawasan bersejarah Benteng Rotterdam tersebut diharapkan segala manfaat dan potensi yang terkandung di dalamnya dapat bermanfaat bagi penduduk kota dan perkembangan kota.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2008).ARAHAN TINDAKAN PELESTARIAN BANGUNAN DAN KAWASAN BERSEJARAH BENTENG ROTTERDAM DI KOTA MAKASSAR. ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.ARAHAN TINDAKAN PELESTARIAN BANGUNAN DAN KAWASAN BERSEJARAH BENTENG ROTTERDAM DI KOTA MAKASSAR. ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text
MLA Style
.ARAHAN TINDAKAN PELESTARIAN BANGUNAN DAN KAWASAN BERSEJARAH BENTENG ROTTERDAM DI KOTA MAKASSAR. ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text
Turabian Style
.ARAHAN TINDAKAN PELESTARIAN BANGUNAN DAN KAWASAN BERSEJARAH BENTENG ROTTERDAM DI KOTA MAKASSAR. ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text