PERAN DAN KEDUDUKAN SEKTOR INFORMAL DAUR ULANG SAMPAH DALAM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN. ( STUDI KASUS : WILAYAH OPERASIONAL BANDUNG - TENGAH )
Sektor informal daur ulang sampah (SIDUS), saat ini merupakan
salah satu sektor informal perkotaan yang kondisinya masih belum
terkelola secara tepat. Kondisi tersebut, didasari oleh munculnya
persoalan-persoalan yang timbul sebagai akibat dari lemahnya kualitas
manajemen SIDUS. Sektor informal pemanfaatan sampah (SIDUS), memiliki
potensi untuk menjadi sebuah industri. Hal tersebut, dikarenakan daur
ulang sampah telah menjadi suatu kebutuhan bagi peningkatan kualitas
aspek lingkungan serta aspek ekonomi suatu kota. Dalam hal ini,
dibutuhkan suatu perbaikan dalam manajemen pemanfaatan sampah (SIDUS)
agar lebih dapat meningkatkan posisi tawar SIDUS, baik itu dalam
pengelolaan persampahan maupun dalam perekonomian perkotaan. Oleh
karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai peran dan kedudukan SIDUS
dalam sistem pengelolaan persampahan perkotaan sekaligus sebagai
salah satu pendukung dalam peningkatan perekonomian perkotaan.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode gabungan
antara analisis kualitatif dan kuantitatif. Metode pendekatan ini
digunakan untuk menganalisis data secara keseluruhan, baik itu data
primer maupun data sekunder. Adapun hasil yang didapat dari
penelitian ini, yaitu kriteria sektor informal perkotaan, kedudukan
sektor informal daur ulang sampah sebagai salah satu komponen sektor
informal dan juga penunjang dalam sistem pengelolaan persampahan,
serta kontribusi SIDUS dalam pengelolaan persampahan dan perekonomian
perkotaan. Pada tahun 2007, aktivitas SIDUS dapat mengurangi julah
timbulan sampah sebesar 1.743,14 m³/hari, sedangkan tahun 2012
sebesar 1.987,77 m³/hari. Sementara, biaya yang dapat dihemat dengan
adanya SIDUS, pada tahun 2007 yaitu sebesar Rp. 14.608.750,- /hari,
dan pada tahun 2012 sebesar Rp. 16.658.923,- /hari. Keuntungan
ekonomi yang dihasilkan SIDUS pada tahun 2007, yaitu sebesar Rp
163.374.750,- /hari dengan TK yang terserap sebanyak 9.352 jiwa,
sedangkan tahun 2012 sebesar Rp 186.279.250,- /hari dan TK yang
terserap sebanyak 10.665 jiwa Berdasarkan penilaian yang dilakukan,
SIDUS saat ini merupakan salah satu bagian dari sektor informal
perkotaan dalam bidang persampahan yang memiliki ciri dan
karakteristik tersendiri, meski secara umum memiliki kesamaan dengan
sektor informal perkotaan lainnya. Sehingga, berdasarkan hal tersebut
dihasilkan berbagai rekomendasi yang ditujukan terhadap para pelaku
SIDUS dan pemerintah selaku penentu kebijakan dalam pengelolaan
persampahan perkotaan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2008).PERAN DAN KEDUDUKAN SEKTOR INFORMAL DAUR ULANG SAMPAH DALAM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN. ( STUDI KASUS : WILAYAH OPERASIONAL BANDUNG - TENGAH ) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PERAN DAN KEDUDUKAN SEKTOR INFORMAL DAUR ULANG SAMPAH DALAM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN. ( STUDI KASUS : WILAYAH OPERASIONAL BANDUNG - TENGAH ) ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text
MLA Style
.PERAN DAN KEDUDUKAN SEKTOR INFORMAL DAUR ULANG SAMPAH DALAM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN. ( STUDI KASUS : WILAYAH OPERASIONAL BANDUNG - TENGAH ) ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text
Turabian Style
.PERAN DAN KEDUDUKAN SEKTOR INFORMAL DAUR ULANG SAMPAH DALAM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN. ( STUDI KASUS : WILAYAH OPERASIONAL BANDUNG - TENGAH ) ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text