// <![CDATA[PENGARUH PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA UJUNG GENTENG TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DAN EFEK PENGGANDA YANG DITIMBULKAN.]]> ANNISA SYAMSU / 24.1999.028 Penulis Yanti Budiyantini, Ir. MDev. Plg Dine Firtianti, ST.
Kawasan Wisata Ujung Genteng adalah salah satu obyek wisata yang terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Setiap obyek wisata yang akan dikembangkan tentunya tidak lepas dari dampak-dampak positif dan negatif, maupun sarana dan prasarana yang akan melengkapi kegiatan wisatanya. Kawasan Ujung Genteng sendiri merupakan kawasan wisata berupa pantai, hutan lindung, dan terdapat daerah konservasi penyu di dalamnya. Kegiatan pengembangan ini akan memberikan dampak kapada ketenagakerjaan di kawasan tersebut, yaitu dapat membuka lapangan kerja dan kesempatan berusaha penduduk lokal. Mengingat salah satu permasalah dalam pengenbangannya adalah apakah pengembangan kawasan ini dapat memberikan dampak positif yaitu terserapnya tenaga kerja baru dari adanya pengembangan kawasan ini. Studi ini melihat seberapa besar tenaga kerja yang terserap dari adanya pengembangan Kawasan Wisata Ujung Genteng ini. Sasaran yang ingin dicapai dari studi ini meliputi (1) Teridentifikasinya potensi-potensi wisata yang terdapat di Kawasan Wisata Ujung Genteng. (2)Teridentifikasi rencana industri pariwisata yang menghasilkan kegiatan-kegiatan elemen pariwisata. (3)Menemukenali proyeksi tenaga kerja yang akan terserap dari adanya pengembangan Kawasan Wisata Ujung Genteng, dengan membandingkan Kawasan Wisata Ujung Genteng dengan kawasan wisata yang memiliki karakteriristik wisata yang sama, yaitu Kawasan Wisata Palabuhan Ratu.(4)Mengidentifikasi efek multiplier untuk melihat efek pengganda yang ditimbulkan oleh pengembangan Kawasan Wisata Ujung Genteng Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif komparatif yaitu dengan menggambarkan kondisi eksisting Kawasan Wisata Ujung Genteng melalui observasi dan survey primer, untuk kemudian membandingkannya dengan kawasan wisata serupa yang memiliki persamaan karateristik dan berdasarkan standar dan kajian literatur, serta analisis kuantitatif dengan bantuan model keynesian I dengan melihat adanya multiplier (pengganda) dari kegiatan konsumsi utama tenaga kerja pariwisata terhadap pendapatan penduduk pemilik usaha. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat perkiraan tenaga kerja yang terserap 565 orang tenaga kerja. Dengan penyerapan tenaga lokal sebanyak 481 orang dan 84 orang untuk tenaga kerja non lokal.Dengan demikian penyerapan tenaga kerja tersebut dapat mengurangi jumlah pengangguran sebesar 481 orang dari jumlah pengangguran sebanyak 14.389 orang atau sekitar 3,34 persen dari jumlah pengangguran secara keseluruhan di wilayah Kecamatan Ciracap. Dan juga mengakibatkan pelipatgandaan jumlah pendapatan penduduk pemilik usaha berdasarkan efek multiplier yang terjadi; untuk kegiatan konsumsi makan adalah sebesar 1,16 kali, kegiatan konsumsi angkutan umum adalah sebesar 1,51 kali, kegiatan konsumsi komunikasi adalah sebesar 1,02 kali dan kegiatan konsumsi kontrakan/kost adalah sebesar 1,007 kali.