// <![CDATA[KARAKTERISTIK DAN NILAI PAJAK MEDIA REKLAME PADA KORIDOR JALAN DAN FUNGSI RUANG KOTA BANDUNG.]]> Ira Irawati, ST, MT Salahudin, ST, Msc DEASY PURNAMASARI / 242004029 Penulis
Visi Kota Bandung sebagai kota jasa mendorong perkembangan sektor jasa dan perdagangan, hal ini dapat terlihat dengan maraknya pembangunan pusat perbelanjaan, factory outlet, hotel, dan pembangunan lainnya. Seiring dengan berkembangnya sektor perdagangan dan jasa dibutuhkan suatu media promosi untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang jasa yang ditawarkan, salah satunya dengan pemasangan media reklame. Seiring dengan berkembangnya pemasangan media reklame, maka pajak daerah yang berasal dari sektor ini semakin berkembang. Pengenaan tarif pemasangan media reklame untuk tiap kawasan berbeda-beda, hal ini tergantung dari karakteristik reklame dan lokasi dimana reklame tersebut ditempatkan yang dapat dilihat berdasarkan fungsi ruang, dan koridor jalan, kemudian akan berpengaruh terhadap nilai pajak reklame. Namun saat ini penyelenggaraan media reklame yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung belum memperhatikan karakteristik dan kawasan seperti apa yang dianggap mempunyai nilai pajak reklame yang tinggi. Sehingga belum diketahui sejauh mana karakteristik media reklame yang terdapat pada suatu kawasan dapat menentukan besarnya pajak reklame. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui karakteristik dan nilai pajak reklame di koridor jalan dan fungsi ruang di Kota Bandung. Variabel yang menentukan karakteristik media reklame adalah variabel yang mempengaruhi nilai suatu reklame seperti luas, ketinggian, fungsi jalan, fungsi ruang, ketinggian, dan jenis reklame. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang didukung dengan alat analisis tabulasi silang. Sementara itu nilai pajak reklame dihitung berdasarkan Perda No.08 Tahun 2003 tentang Pajak Reklame. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kecenderungan penyelenggaraan media reklame berada pada kawasan umum. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas guna lahan pada kawasan umum yang didominasi oleh fungsi ruang perdagangan. Aktivitas guna lahan yang strategis dan menarik perhatian orang untuk melihat media reklame dapat menjadi prioritas utama dalam meletakkan media reklame. Semakin tinggi aktivitas suatu kawasan, maka penyelenggaraan media reklame pada kawasan tersebut akan semakin meningkat yang berdampak pada tingginya pajak reklame yang diberikan oleh kawasan tersebut. Selain itu, karakteristik media reklame juga akan memberikan pengaruh terhadap besarnya nilai pajak reklame. Karakteristik tersebut terutama dilihat dari ukuran, dan peletakan media reklame (fungsi ruang dan fungsi jalan). Rekomendasi yang diberikan adalah Mempertahankan penyelenggaraan media reklame pada kawasan umum; Memberikan insentif bagi penyelenggaraan media reklame dengan ukuran besar; Mengarahkan penyelenggaraan media reklame dengan ukuran besar pada koridor jalan dengan fungsi kolektor dan arteri; Memberikan insentif bagi penyelenggaraan media reklame dengan sudut pandang lebih dari 1 (satu) arah. Mengarahkan penyelenggaraan media reklame pada kawasan-kawasan dengan aktivitas tinggi seperti pada kawasan perdagangan dan kawasan campuran. Upaya untuk meningkatkan pajak reklame harus tetap memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan dan keselamatan serta estetika kota