KARAKTERISTIK DAN NILAI PAJAK MEDIA REKLAME PADA KORIDOR JALAN DAN FUNGSI RUANG KOTA BANDUNG.
Visi Kota Bandung sebagai kota jasa mendorong perkembangan sektor jasa dan
perdagangan, hal ini dapat terlihat dengan maraknya pembangunan pusat perbelanjaan,
factory outlet, hotel, dan pembangunan lainnya. Seiring dengan berkembangnya sektor
perdagangan dan jasa dibutuhkan suatu media promosi untuk memperkenalkan kepada
masyarakat luas tentang jasa yang ditawarkan, salah satunya dengan pemasangan media
reklame. Seiring dengan berkembangnya pemasangan media reklame, maka pajak
daerah yang berasal dari sektor ini semakin berkembang. Pengenaan tarif pemasangan
media reklame untuk tiap kawasan berbeda-beda, hal ini tergantung dari karakteristik
reklame dan lokasi dimana reklame tersebut ditempatkan yang dapat dilihat berdasarkan
fungsi ruang, dan koridor jalan, kemudian akan berpengaruh terhadap nilai pajak
reklame. Namun saat ini penyelenggaraan media reklame yang dilakukan Pemerintah
Kota Bandung belum memperhatikan karakteristik dan kawasan seperti apa yang
dianggap mempunyai nilai pajak reklame yang tinggi. Sehingga belum diketahui sejauh
mana karakteristik media reklame yang terdapat pada suatu kawasan dapat menentukan
besarnya pajak reklame.
Tujuan dari studi ini adalah mengetahui karakteristik dan nilai pajak reklame di
koridor jalan dan fungsi ruang di Kota Bandung. Variabel yang menentukan
karakteristik media reklame adalah variabel yang mempengaruhi nilai suatu reklame
seperti luas, ketinggian, fungsi jalan, fungsi ruang, ketinggian, dan jenis reklame.
Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang didukung dengan alat
analisis tabulasi silang. Sementara itu nilai pajak reklame dihitung berdasarkan Perda
No.08 Tahun 2003 tentang Pajak Reklame.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa
kecenderungan penyelenggaraan media reklame berada pada kawasan umum. Hal ini
dipengaruhi oleh aktivitas guna lahan pada kawasan umum yang didominasi oleh fungsi
ruang perdagangan. Aktivitas guna lahan yang strategis dan menarik perhatian orang
untuk melihat media reklame dapat menjadi prioritas utama dalam meletakkan media
reklame. Semakin tinggi aktivitas suatu kawasan, maka penyelenggaraan media reklame
pada kawasan tersebut akan semakin meningkat yang berdampak pada tingginya pajak
reklame yang diberikan oleh kawasan tersebut. Selain itu, karakteristik media reklame
juga akan memberikan pengaruh terhadap besarnya nilai pajak reklame. Karakteristik
tersebut terutama dilihat dari ukuran, dan peletakan media reklame (fungsi ruang dan
fungsi jalan).
Rekomendasi yang diberikan adalah Mempertahankan penyelenggaraan media
reklame pada kawasan umum; Memberikan insentif bagi penyelenggaraan media
reklame dengan ukuran besar; Mengarahkan penyelenggaraan media reklame dengan
ukuran besar pada koridor jalan dengan fungsi kolektor dan arteri; Memberikan insentif
bagi penyelenggaraan media reklame dengan sudut pandang lebih dari 1 (satu) arah.
Mengarahkan penyelenggaraan media reklame pada kawasan-kawasan dengan aktivitas
tinggi seperti pada kawasan perdagangan dan kawasan campuran. Upaya untuk
meningkatkan pajak reklame harus tetap memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan
dan keselamatan serta estetika kota
Detail Information
Citation
APA Style
. (2008).KARAKTERISTIK DAN NILAI PAJAK MEDIA REKLAME PADA KORIDOR JALAN DAN FUNGSI RUANG KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.KARAKTERISTIK DAN NILAI PAJAK MEDIA REKLAME PADA KORIDOR JALAN DAN FUNGSI RUANG KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text
MLA Style
.KARAKTERISTIK DAN NILAI PAJAK MEDIA REKLAME PADA KORIDOR JALAN DAN FUNGSI RUANG KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text
Turabian Style
.KARAKTERISTIK DAN NILAI PAJAK MEDIA REKLAME PADA KORIDOR JALAN DAN FUNGSI RUANG KOTA BANDUNG. ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text