// <![CDATA[KEMAMPUAN DAYA SAING KOTA DAN KAITANNYA DENGAN PENCAPAIAN PEMBANGUNAN. ( STUDI KASUS :]]> Delete TEUKU BIMMA PRASETYA / 241999050 Penulis
Globalisasi dan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia, merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan dan pengelolaan kota bagi kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut mengindikasikan adanya peluang terjadinya kompetisi antar daerah. Daerah-daerah tersebut akan mampu menggerakkan ekonomi wilayahnya dalam rangka menyejahterakan masyarakatnya, dan lebih jauh, akan mampu berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan nasional. Perkembangan dan pertumbuhan suatu wilayah merupakan cerminan perkembangan sektor-sektor fisik, sosial dan ekonomi yang terdapat di dalamnya. Perkembangan dari salah satu sektor akan menjadi faktor penunjang dan penentu serta pemicu perkembangan sektor lainnya. Konsep mengenai kehidupan yang layak bukan hanya mencakup pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencakup hak dan kebebasan manusia. Saat ini kita tidak bisa lagi melihat pembangunan dari sisi pertumbuhan ekonomi semata tetapi kita juga perlu memperhatikan pembangunan manusia. Sejak tahun 2001 pemerintah kota-kota di Indonesia telah menetapkan pembangunan manusia sebagai fokus kebijakannya, dalam hal ini manusia tidak hanya sebagai alat pembangunan tetapi juga sebagai tujuan akhir pembangunan. Dalam penelitian ini keberhasilan pembangunan manusia dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sejalan dengan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara kemampuan daya saing kota berdasarkan aspek ekonomi dengan pencapaian pembangunan manusia. Dari tujuan tersebut diambil langkah-langkah yaitu: teridentifikasinya keterkaitan antara kemampuan daya saing kota berdasarkan aspek ekonomi dengan pencapaian pembangunan manusia (yang diukur melalui nilai IPM); teridentifikasinya keterkaitan antara kemampuan daya saing kota berdasarkan aspek fisik dan lingkungan dengan pencapaian pembangunan manusia (yang diukur melalui nilai IPM). Untuk menganalisa permasalahan di atas dilakukan metode analisis korelasi product moment pearson yaitu untuk mencari ada tidaknya hubungan antara kemampuan daya saing kota berdasarkan aspek ekonomi serta aspek fisik dan lingkungan dengan pencapaian pembangunan manusia (yang diukur melalui nilai IPM); dan metode analisis dengan kuadran untuk mengetahui posisi persebaran kotakota berdasarkan variabel-variabel yang dianalisis dari tiap wilayah Hasil dari penelitian ini menggambarkan adanya pengaruh (dengan derajat keeratan sedang) antara kemampuan daya saing kota berdasarkan aspek ekonomi serta aspek fisik dan lingkungan dengan pencapaian pembangunan manusia (yang diukur melalui nilai IPM) yang nantinya akan menjadi dasar bagi arahan pengembangan daerah untuk memperkuat kemampuan pelayanannya kepada penduduk terhadap peningkatan pencapaian pembangunan manusianya, yang pada akhirnya kembali kepada hakikat dari tujuan pembangunan yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat kotanya.