// <![CDATA[PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOPI DI KOTA BANDAR LAMPUNG.]]> SITI DWI OKTAVIANI / 242003037 Dosen Pembimbing 1 Akhmad Setiobudi,Ir.,M.T. Zulfadly Urufi, S.T
Semakin berkembangnya suatu daerah sebagai wujud dari otonomi daerah yang mandiri mengarahkan pengembangan dunia usaha kepada kegiatan usaha yang mampu menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi. Pengembangan sektor merupakan salah satu faktor pemicu perkembangan daerah dan dianggap sebagai suatu alternatif yang dapat mempengaruhi pembangunan. Salah satu daerah yang mempunyai potensi sumber daya yang tinggi adalah Kota Bandar Lampung. Secara khusus pembangunan perekonomian di Kota Bandar Lampung diarahkan kepada pembangunan sektor industri pengolahan atau pengembangan potensi agroindustri yang disertai dengan peningkatan kualitas dan penguasaan teknologi. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan potensi dan sumber daya daerah serta pemerataan persebaran sektor tersebut sehingga dapat memberikan sumbangan yang optimum kepada pemasukan daerah. Tingginya tingkat kemiskinan di Kota Bandar Lampung mencapai 8,19% dengan jumlah tenaga kerja tidak aktif / pengangguran sebesar 10% dan 558,01 Ha merupakan lahan tak terbangun merupakan fenomena yang terjadi di Kota Bandar Lampung. Kondisi ini cukup memprihatinkan melihat besarnya potensi yang dimiliki oleh keseluruhan wilayah Kota Bandar Lampung. Sejalan dengan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah mengembangkan agroindustri untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan di Kota Bandar Lampung. Berdasarkan tujuan tersebut, maka dirumuskan langkah-langkah penelitian, yaitu teridentifikasinya potensi faktor produksi pendukung pengembangan agroindustri kopi, teridentifikasinya prospek pengembangan agroindustri kopi dan pengaruh pengembangan agroindustri kopi terhadap jumlah pengangguran dan kemiskinan masyarakat di Kota Bandar Lampung. Melalui studi maka dapat diketahui bahwa pengembangan agroindustri kopi di Kota Bandar Lampung memiliki prospek yang rendah, dikarenakan jumlah bahan baku yang tersedia memiliki kecenderungan penurunan setiap tahunnya, serta pengaruh pengembangannya terhadap jumlah pengengguran dan kemiskinan di Kota Bandar Lampung sangat kecil. Rekomendasi yang diusulkan dalam penelitian ini adalah mengoptimalkan produksi produksi perkebunan kopi dan agroindustri kopi melalui inovasi dan investasi.