// <![CDATA[DAYA SAING KOTA-KOTA DI INDONESIA BERDASARKAN POTENSI EKONOMI.]]> MOCHAMAD DIKI WAHYUDI / 241999040 Dosen Pembimbing 1 Yanti Budiyanti, Ir. M Dev Plg Dosen Pembimbing 1 Shinta kusumawati,ST Dosen Pembimbing 2
Globalisasi dan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia, merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan dan pengelolaan kota bagi kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut mengindikasikan adanya peluang terjadinya kompetisi antar daerah. Keragaman potensi sumber daya alam, manusia, modal, dan kinerja pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai saat ini, akan menjadi modal dasar dalam kompetisi antar daerah. Daerahdaerah dengan daya saing tinggi akan mampu membangun daerahnya dengan lebih baik, misalnya melalui tarikan investasi, tarikan tenaga kerja potensial, daya tariknya menjadi pusat ekonomi regional, maupun potensi-potensi lain yang akan menjadi modal pembangunan. Daerah-daerah tersebut akan mampu menggerakan ekonomi wilayahnya dalam rangka menyejahterakan masyarakatnya dan akan mampu berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan nasional. Tujuan dari studi ini adalah untuk menilai kemampuan daya saing suatu kota dalam mengelola pembangunannya, dibandingkan dengan kota lain dalam lingkup nasional.variabel yang digunakan dalam menilai kemapuan daya saing ini dibatasi menjadi 5 (lima) variabel, yaitu variabel Pertumbuhan Ekonomi,Pendapatan Asli Daerah (PAD), Tenaga Kerja, Ekspor dan Impor, Investasi. Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah teridentifikasi varibel penentu daya saing aspek ekonomi, teridentifikasinya kedudukan kota-kota di Indonesia terkait dengan kemampuan daya saing kota (peringkat daya saing kota) menggunakan analisis proses hirarki dan terjabarkannya kekuatan maupun kelemahan daya saing tiap kota di Indonesia berdasarkan potensi ekonomi daerah. Sasaran ini akan menjadi dasar bagi arahan pengembangan daerah untuk memperkuat kemampuan daya saingnya.Hasil dari analisis yang telah dilakukan tersebut menggambarkan bahwa mayoritas kota yang berada di kota bagian Barat khususnya Pulau Jawa menempati posisi peringkat teratas, sedangkan Pulau Sumatera hanya kota Medan,Palembang dan Pekanbaru yang berada di posisi atas sedangkan lainnya berada di posisi antara 11–20 dan 21–33. Kota kota di Indonesia bagian Tengah semuanya berada di kelompok kota dengan daya saing rendah hal ini terbukti dengan hanya kota Denpasar, Makassar dan Samarinda saja yang menepati peringkat antara 11 – 20 dan juga kota Mataram yang menenpati posisi terbawah dan berdaya saing paling rendah berdasarkan aspek ekonomi di Indonesia. Sedangkan untuk kota di wilayah Timur hanya kota jayapura saja yang berada di peringkat antara 11-20.