DAYA SAING KOTA-KOTA DI INDONESIA BERDASARKAN POTENSI EKONOMI.
Globalisasi dan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia,
merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Pemerintah Daerah
dalam melaksanakan pembangunan dan pengelolaan kota bagi
kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut mengindikasikan adanya
peluang terjadinya kompetisi antar daerah.
Keragaman potensi sumber daya alam, manusia, modal, dan
kinerja pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai saat ini, akan
menjadi modal dasar dalam kompetisi antar daerah. Daerahdaerah
dengan daya saing tinggi akan mampu membangun daerahnya
dengan lebih baik, misalnya melalui tarikan investasi, tarikan
tenaga kerja potensial, daya tariknya menjadi pusat ekonomi
regional, maupun potensi-potensi lain yang akan menjadi modal
pembangunan. Daerah-daerah tersebut akan mampu menggerakan
ekonomi wilayahnya dalam rangka menyejahterakan masyarakatnya
dan akan mampu berkontribusi secara signifikan terhadap
pertumbuhan nasional.
Tujuan dari studi ini adalah untuk menilai kemampuan daya
saing suatu kota dalam mengelola pembangunannya, dibandingkan
dengan kota lain dalam lingkup nasional.variabel yang
digunakan dalam menilai kemapuan daya saing ini dibatasi
menjadi 5 (lima) variabel, yaitu variabel Pertumbuhan
Ekonomi,Pendapatan Asli Daerah (PAD), Tenaga Kerja, Ekspor dan
Impor, Investasi. Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah
teridentifikasi varibel penentu daya saing aspek ekonomi,
teridentifikasinya kedudukan kota-kota di Indonesia terkait
dengan kemampuan daya saing kota (peringkat daya saing kota)
menggunakan analisis proses hirarki dan terjabarkannya
kekuatan maupun kelemahan daya saing tiap kota di Indonesia
berdasarkan potensi ekonomi daerah. Sasaran ini akan menjadi
dasar bagi arahan pengembangan daerah untuk memperkuat
kemampuan daya saingnya.Hasil dari analisis yang telah
dilakukan tersebut menggambarkan bahwa mayoritas kota yang
berada di kota bagian Barat khususnya Pulau Jawa menempati
posisi peringkat teratas, sedangkan Pulau Sumatera hanya kota
Medan,Palembang dan Pekanbaru yang berada di posisi atas
sedangkan lainnya berada di posisi antara 11–20 dan 21–33.
Kota kota di Indonesia bagian Tengah semuanya berada di
kelompok kota dengan daya saing rendah hal ini terbukti dengan
hanya kota Denpasar, Makassar dan Samarinda saja yang menepati
peringkat antara 11 – 20 dan juga kota Mataram yang menenpati
posisi terbawah dan berdaya saing paling rendah berdasarkan
aspek ekonomi di Indonesia. Sedangkan untuk kota di wilayah
Timur hanya kota jayapura saja yang berada di peringkat antara
11-20.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2008).DAYA SAING KOTA-KOTA DI INDONESIA BERDASARKAN POTENSI EKONOMI. ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.DAYA SAING KOTA-KOTA DI INDONESIA BERDASARKAN POTENSI EKONOMI. ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text
MLA Style
.DAYA SAING KOTA-KOTA DI INDONESIA BERDASARKAN POTENSI EKONOMI. ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text
Turabian Style
.DAYA SAING KOTA-KOTA DI INDONESIA BERDASARKAN POTENSI EKONOMI. ().Teknik Planologi:FTSP,2008.Text