<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4743">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KONSEP PERANCANGAN RUANG LUAR SEBAGAI RUANG PUBLIK PADA KORIDOR JALAN R. E. MARTADINATA DI KOTA BANDUNG.]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DZALLY AHLIGA NASIR / 242003036</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sri Risnawati, ST</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>R. Pekik. G. Pratidino, ST, MT</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Planologi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2008]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Gambaran peradaban suatu kota dapat dilihat dengan kehidupan dan aktivitas di koridor
jalannya. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya paradigma bahwa koridor jalan dan jalur
pedestrian adalah ruang publik dari suatu kota. Paradigma ini telah diterapkan di banyakbanyak
negara seperti Singapura, Malaysia, dan lain-lain yang lebih mendorong keterlibatan
aktivitas masyarakatnya di koridor jalan sebagai perwujudan peradabannya. Tindakan untuk
memanfaatkan koridor jalan sebagai ruang publik yang melibatkan manusia tentunya harus
dilakukan sedemikian rupa agar dapat menarik masyarakat untuk beraktivitas didalamnya.
Jalan RE. Martadinata merupakan suatu koridor jalan yang memiliki guna lahan komersial
yang dominan serta didukung beberapa guna lahan lain di sekitarnya. Secara umum, kawasan
ini sangat ramai dikunjungi oleh pengunjung pada tiap akhir pekan. Kawasan ini memiliki
karakter fisik berupa padatnya bangunan di sepanjang koridor jalan dan terdapatnya fungsi
lahan komersial sebagai penggerak aktivitasnya. Hanya saja keberadaan kawasan ini tidak
didesain secara baik sehingga dirasakan kurang mendukung aktivitas manusia di dalamnya.
Jika mengutip teori Jane Jacobs (1965) mengatakan bahwa ruang publik utama kota adalah
koridor jalan dan jalur-jalur pedestriannya, maka koridor Jalan RE. Martadinata memiliki
potensi sebagai ruang publik berdasarkan karakter ruang dan aktivitasnya. Ruang publik
tersebut seharusnya didesain sedemikian rupa sehingga dapat mendukung aktivitas antara
pengguna ruang baik pengunjung maupun masyarakat setempat.
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis potensi masalah yang didapat dari
pengamatan behaviour setting terhadap karakter ruang dan karakter aktivitas. Analisis
tersebut menghasilkan prospek pengembangan yang ditindaklanjuti deengan pendekatan
terhadap kriteria perancangan ruang publik (Shirvani, 1985) yang menghasilkan prinsip
perancangan. Prinsip perancangan tersebut menjawab tindakan yang dilakukan dalam prospek
pengembangan. Prinsip perancangan ini juga diterjemahkan dalam bentuk gambar yang
disebut sebagai konsep perancangan.
Ruang publik yang terdapat di koridor Jalan RE. Martadinata dibentuk oleh ruang luar
positifnya dengan menerapkan kriteria pencapaian (acces), pemandangan (view), identitas
(identity), dan kehidupan (lively) didalamnya. Konsep perancangan yang didapatkan secara
umum adalah menata jalur-jalur pedestrian yang dapat menciptakan sirkulasi yang lebih baik,
membentuk citra lingkungan, menata ruang luar yang menarik dengan adanya anchor point,
menegaskan tiap ruang dari fungsi ruang yang berbeda, dan menghidupkan ruang publik
dengan fungsi-fungsi komersial. Konsep perancangan ruang publik ini akan memberikan suatu
gambaran peradaban Kota Bandung yang dapat memotivasi terwujudnya koridor jalan yang
memberikan peluang kepada masyarakatnya untuk berinteraksi sosial di dalamnya.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Konsep, Koridor jalan, Perancangan, Ruang Luar, Ru]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[348PL092008a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[348PL092008a]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1808" url="" path="/348PL092008a.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[KONSEP PERANCANGAN RUANG LUAR SEBAGAI RUANG PUBLIK PADA KORIDOR JALAN RE. MARTADINATA DI KOTA BANDUNG]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[4743]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-04-27 09:05:23]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>