// <![CDATA[ARAHAN PENGGUNAAN RUANG PUBLIK KAWASAN TEPI AIR BENTENG KUTO BESAK KOTA PALEMBANG.]]> KURNIAWAN / 24.2001.031 Dosen Pembimbing 1 Widya Suryadini, S.T.,MT. R. Pekik Ginong Pratidino, ST.,MT
Ruang publik merupakan elemen yang penting bagi suatu kota. Keberadaan ruang publik di pusat kota merupakan suatu pusat aktifitas manusia yang menentukan tinggi rendahnya vitalitas suatu kota. Ruang publik merupakan sebuah arena tempat diselenggarakannya drama kehidupan masyarakat (Carr, dkk, 1992:3). Bentuk dan fungsi ruang publik tersebut senantiasa berubah-ubah sesuai dengan perubahan kebutuhan interaksi sosial, pola hidup, dan budaya dari waktu ke waktu. Penggunaannya amat fleksibel untuk menampung bentuk aktivitas apapun di dalamnya. Keberadaannya selalu berdampingan dengan fungsi-fungsi penting seperti tempat ibadah, pasar dan kantor pemerintahan. Ruang publik Benteng Kuto Besak merupakan salah satu bentuk ruang publik yang menjadi identitas Kota Palembang, sekaligus mendukung Kawasan Benteng Kuto Besak sebagai pusat kegiatan pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah menyusun arahan pemanfaatan ruang dan fasilitas di dalam ruang publik Kawasan Benteng Kuto Besak sebagai penunjang kegiatan wisata Sungai Musi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan mendapat gambaran tentang pemanfaatan ruang dan fasilitas dengan melihat pemanfaatan ruang publik, kondisi eksternal dan internal, potensi persoalan dan kegiatan ruang publik Benteng Kuto Besak. Data diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah fasilitas ruang publik, pengunjung, kegiatan yang ada. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap pemanfaatan ruang dan fasilitas dapat terlihat bahwa ruang publik Benteng Kuto Besak masih kurang dalam perannya sebagai ruang publik yang memiliki penunjang dalam pemanfaatan ruang publik. Pemanfaatan ruang publik Benteng Kuto Besak dilakukan dengan menentukan arahan normatif yang ditinjau dari indikator dari setiap sifat ruang publik yang baik yaitu demokratis, responsif, dan penuh makna. Arahan normatif yang telah ditentukan berdasarkan indikator sifat ruang publik disusun berdasarkan perilaku pengunjung dan potensi persoalan yang ada dalam fasilitas ruang publik. Dari arahan normatif ini didapatnya arahan desain yang memberikan arahan bagaimana pemanfaatan fasilitas di dalam ruang publik kawasan tepi air Benteng Kuto Besak.